CONTOH TUGAS SDM INTERNASIONAL

Lima pilar pembangun Starbucks Café (nb : milik Yahudi)
1. Menumbuhkan sense of ownership yang kuat pada segenap jajaran karyawannya, dari level atas hingga level paling bawah.
Spirit ini lalu mendorong setiap pekerja memiliki dedikasi dan tanggungjawab untuk memekarkan keberhasilan perusahaan. Dalam konteks ini, Starbucks juga memiliki prinsip yang harus dipenuhi oleh setiap karyawannya. Prinsip tersebut bertajuk “Five Ways of Being” atau : be welcoming, be genuine, be considerate, be knowledgeable, dan be involved.
2. Keyakinan bahwa dalam bisnis retail seperti kedai kopi, everything matters.
Segala detil mesti diperhatikan dan dijaga untuk menghasilkan proses yang sempurna. Segenap pernik mengenai kebersihan outlet, desain kursi, keragaman produk, dan pelayanan pelanggan mesti dieksekusi secara tepat untuk mencapai proses bisnis yang ekselen.
3. Surprise dan delight. Setiap pegawai Starbuck, terutama yang ada di bagian frontline didorong untuk menciptakan serangkaian tindakan yang mampu membikin pelanggan menjadi terkesan (surprise dan delight). Contoh, jika ada pelanggan yang sudah antri di didepan kedai pada jam 6.30, maka kedai kopi bisa langsung dibuka, meskipun aturannya mestinya baru buka jam 7 (dus, para pelanggan tidak mesti dibiarkan menunggu sekitar 30 menit untuk menunggu hanya demi memenuhi prosedur pembukaan kedai).
4. Terbuka dan mendengarkan sepenuh hati kritik dan masukan dari para pelanggan. Starbucks selalu mencoba membangun dialog yang konstruktif untuk mendapatkan umpan balik dari para pelanggannya. Dan dari sini, mereka kemudian memperlakukan masukan tersebut sebagai satu elemen penting untuk memperbaiki kinerja pelayanannya.
5. Memperlakukan karyawan mereka seperti raja. Sebab mereka percaya, kepuasan karyawan sesunguhnya merupakan kunci dari kepuasan pelanggan. Tanpa happy employees, Anda pasti tak akan mampu menciptakan happy customers.
Dengan prinsip inilah, Starbucks kemudian menciptakan serangkaian kebijakan yang mampu membuat karyawan mereka senang bekerja didalamnya – mulai dari kebijakan remunerasi yang atraktif, lingkungan kerja yang friendly, hingga jam kerja yang fleksibel.

One response to this post.

  1. Posted by APRILIA DWI SETIYANI on Maret 18, 2009 at 4:51 am

    Nokia Pangkas 1.700 Karyawannya (Lagi)
    Selasa, 17 Maret 2009 – 18:08 wib
    Susetyo Dwi Prihadi – Okezone

    HELSINKI – Rencana Nokia yang bakal memangkas karyawannya sebanyak seribu orang, ternyata bukan isapan jempol. Bahkan vendor ponsel terkemuka itu, bakal menambahnya menjadi 1.700 orang.

    Perusahaan yang berbasis di Espoo, Finlandia, menyebutkan kalau bakal ada 1.700 karyawannya yang tersebar di seluruh dunia itu dipecat. Dari seribu lebih yang dirumahkan itu, sebagian besar berasal dari unit penjualan, marketing, dan beberapa bagian teknologi.

    Dengan alasan menyesuaikan keadaan konsumen lesu, yang berimbas pada penjualannya, vendor ini terpaksa melakukan perampingan. Bahkan, kantor pusat mereka pun, tidak luput dari pemangkasan ini, dikabarkan 700 orang telah siap untuk segera dipecat. Demikian yang dilansir Bloomberg, Rabu (17/3/2009).

    “Manajemen Nokia memutuskan untuk mengurangi biaya operasional yang semakin berat,” kata juru bicara Nokia� Eija-Riitta Huovinen, seperti yang tertulis dalam keterangannya.

    “Kami terus mengalami penurunan penjualan, yang tentu saja tidak bisa didiamkan untuk menyelamatkan perusahaan,” tandasnya.

    Sebelumnya sekitar sebulan lalu, Nokia berencana memangkas sekira 1000 karyawan sebagai bagian dari program restrukturisasi yang akan dilaksanakan. Nokia mencoba menawarkan ‘ganti rugi’ bagi karyawannya yang secara sukarela bersedia untuk mengundurkan diri. (srn)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: