TUGAS INDIVIDU SDM INTERNASIONAL THN AKD 2009/2010

Tugas Individu

Mencari kasus SDM dlm perusahaan internasional Misalnya:persamaan kesempatan kerja,pelecehan seksual,PHK,diskriminasi (agama,gender,ras),perubahan organisasi,perampingan struktur,stress kerja,kompensasi,perekrutan dll.Ringkasan satu halmn kirim di blog ini,yg asli/hard copy dikumpulkan dan dipresentasikan di kelas pasca ujian mid.Cth kasus dpt dilihat di buku SDM Gary Dessler.Cth judul buku the toyota way dll.Materi TIDAK BOLEH DARI BUKU TEX agar menambah khasanah ilmu SDM kita.

About these ads

18 responses to this post.

  1. Posted by jamaludin 0702010030 on April 19, 2010 at 3:12 pm

    jamaludin 0702010030
    tugas E.internasional

    Pertengahan dekade 1990-an ketika industri telekomunikasi dunia mengalami booming, Ericsson mencatatkan dirinya sebagai flagship perekonomian Swedia dengan harga saham yang terus meroket. Namun ketika banyak perusahaan dot.com dunia ambruk pada awal 2000, status peringkat kredit perusahaan ini anjlok menjadi junk bond.

    Ericsson, mau tidak mau, harus melakukan perampingan seradikal mungkin dengan membabat separuh jumlah pegawainya. Biaya rutin perusahaan juga dipangkas habis-habisan. Masa dimana Ericsson melakukan restrukturisasi besar-besaran ini merupakan masa-masa paling kelam dalam sejarah Ericsson.

    Para pengambil keputusan di Ericsson sekarang ini tampaknya sadar bahwa perkembangan industri telekomunikasi yang dasyat dewasa ini mengharuskan mereka mengubah policy dalam berbisnis.

    Sukses tidaknya bisnis telekomunikasi tidak melulu diukur dengan derasnya inovasi teknologi yang dihasilkan, tetapi apakah teknologi itu mampu diadopsi oleh masyarakat banyak. Dengan kata lain, perkembangan teknologi telekomunikasi sepatutnya juga mengikuti permintaan atau kebutuhan masyarakat.

    Carl-Hendric Svanberg, president and chief executive officer (CEO) Ericsson, mengatakan ke depan Ericsson juga akan mengubah kebijakan bisnisnya dengan lebih memfokuskan pengembangan teknologi telekomunikasi yang ‘membumi’.

    “Kalau dulu kami terfokus pada teknologi mutakhir, tapi ke depannya Ericsson akan lebih memfokuskan pada pengembangan teknologi telekomunikasi yang bisa memberikan keuntungan lebih banyak kepada pengguna,” ujarnya.

    Selain itu, kata dia, kebijakan mengejar pertumbuhan pun yang setinggi mungkin akan digantikan dengan kebijakan yang lebih terfokus pada keuntungan perusahaan.

    Dalam tiga tahun terakhir ini, Ericsson sebagai icon industri telekomunikasi Swedia memang mencatat laba yang cukup signifikan. Meskipun demikian, harga sahamnya di Bursa Saham Stockholm mengalami penurunan karena minimnya fokus perusahaan ini pada telepon bergerak (mobile phone).

    Pada triwulan ketiga 2003 laba perusahaan ini berhasil dikerek mencapai 1 juta kronor (sekitar US$129 juta) setelah mengalami kerugian 3,6 miliar kronor pada periode yang sama tahun sebelumnya. Padahal para analis hanya memprediksi laba Ericsson pada periode tersebut di angka 400 juta kronor.

    “Laba yang diraih itu merupakan satu tonggak sejarah baru bagi Ericsson. Masih banyak yang harus dilakukan untuk mencapai keuntungan yang lebih maksimal. Dalam hitungan US dolar, pasar mobile system memang akan mengalami penurunan 10% tahun ini dan minimal akan sama tahun depan. Pasar akan kembali menguat pada 2005,” ungkap Svanberg.

    Dia mengakui sepenuhnya Ericsson belum maksimal menggarap ceruk pasar yang sebenarnya masih sangat besar. “Telekomunikasi adalah industri yang terus tumbuh. Kami masih belum berbuat banyak untuk mencakup pasar-pasar yang sedang tumbuh (emerging market) di Cina, India, Asia,” tuturnya.

    Svanberg mengatakan penjualan telepon bergerak Ericsson generasi ketiga (3G) baru mencapai 13% dari seluruh total penjualan dan itu akan ditingkatkan tahun mendatang.

    “Setelah bertahun-tahun melakukan restrukturisasi, Ericsson telah melupakan masa lalu yang kelam. Sekarang ini kami berada di tahap akhir restrukturisasi kami,” katanya.

    Kongkretisasi dari pernyataan Svanberg mengenai teknologi telekomunikasi yang mampu diserap masyarakat telah dilakukan dengan dibentuknya perusahaan patungan antara Ericsson dengan Sony (Jepang). Perusahaan yang memproduksi handset untuk mobile phone dengan merek yang sama dengan nama perusahaannya, Sony Ericsson.

    Perkembangan terakhir mengatakan bahwa penjualan handset segmen high-end yang dilengkapi dengan fitur multimedia berhasil menarik Sony Ericsson keluar dari keterpurukan.

    Sony Ericsson mencatat laba bersih 62 juta euro (US$104,8 juta) pada kuartal ketiga 2003 setelah mengalami kerugian 93 juta euro pada periode yang sama tahun lalu. Pemulihan tersebut dipicu oleh penjualan telepon seluler yang dilengkapi kamera. Selain itu, produk-produk berbasis GSM juga mencatat penjualan yang menggembirakan.

    Terus tumbuh

    Jumlah handset yang dikapalkan pada kuartal tersebut mencapai 7,1 juta unit atau naik 42% dari periode yang sama tahun lalu. Volume dan penjualan diprediksikan akan terus tumbuh pada kuartal keempat.

    Pada Agustus 1995 Ericsson juga membangun pabrik handphone-nya dengan nama Beijing Ericson Putian Mobile Communications Co., Ltd. atau lebih dikenal dengan BMC.

    BMC merupakan perusahaan teknologi patungan yang sahamnya dimiliki China Putian Corp., Nanjing Panda Electronics Co., Ltd., Telefonaktiebolaget LM Ericsson (publ), Ericsson (China) Co., Ltd., Sony Ericsson Mobile Communications (China) Co., Ltd., dan Yung Shing Enterprise Co.

    BMC saat ini memproduksi dan mendistribusikan secara global produk ponsel terbaru yang dikembangkan Sony Ericson yang mencakup teknologi GSM dan WCDMA.

    Menurut Robert J. Parris (Bob Parris) BMC telah membentuk organisasi yang mencakup penelitian dan pengembangan Sony Ericsson, industrialisasi produk, produksi dan penjualan suku cadang untuk costumer satisfaction.

    “Aktivitas distribusi langsung mencakup Cina (30%), regional Asia Pasifik (43%), Eropa dan Timur Tengah sebesar 27%. Selama tiga tahun terakhir ini, BMC menjadi pengekspor terbesar nomor dua di Beijing dan menjadi nomor satu di Beijing tahun ini,” katanya.

    Dia mengatakan pada 2001 lalu nilai ekspor BMC baru mencapai US$243 juta dan meningkat menjadi US$301 juta pada 2002. “Sedangkan hingga akhir tahun ini nilai ekspornya dipastikan mencapai US$612 juta,” tutur Bob.

    Mengenai produksi, dia mengatakan pabrik yang berada di atas lahan seluas 30.802 m2 dengan total bangunan 22.410 m2 itu memproduksi handphone merek Sony Ericsson setiap hari selama seminggu tanpa henti. “Kapasitas produksi HP di sini mencapai 142 unit HP per menit,” katanya.

    Pentingnya inovasi dalam teknologi telekomunikasi juga disadari Ericsson dengan membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Beijing pada 1999. R&D Ericsson yang ada di Beijing ini merupakan bagian penting pada jaringan R&D global Ericsson.

    Fokus utama R&D ini adalah mengembangkan alat-alat pada sistem jaringan radio untuk komunikasi bergerak (mobile communication), dimana aktivitas utamanya mencakup pengembangan radio base station (RBS) pada standar sistem WCDMA, CDMA2000 dan GSM.

    Selain itu, di gedung R&D Ericsson seluas 1.500 m2, juga terdapat laboraturium pengujian sistem, radio dan beberapa perangkat lainnya.

    “Keberhasilan terbaru yang dihasilkan R&D Beijing adalah dengan diluncurkannya RBS3402 September 2003 lalu yang merupakan RBS pertama di dunia untuk 3G/WCDMA yang dikembangkan dan diproduksi di Cina,” ujar Dan Redin, vice president Ericsson China yang juga bos Ericsson China R&D Institute.

    Dia mengatakan Ericsson berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan R&D di Beijing. Tentu saja dengan menambah investasi baru di bidag riset.

    Saat ini, seperti dikutip harian Xinhua, Ericsson juga merencanakan menjalin kerja sama dengan Beijing Institute of Technology (BIT) untuk membangun pusat riset teknologi komunikasi digital dan sistem komunikasi 3G (third generation). BIT akan menyiapkan laboraturium, riset dasar dan rancangan proyek. Sedangkan pihak Ericsson akan menyediakan dana riset.

    Penguatan pada R&D mencerminkan bahwa Ericsson sebagai icon industri telekomunikasi Swedia saat ini tengah berbenah diri. Sedangkan restrukturisasi besar-besaran yang sudah dilakukan selama beberapa tahun belakangan ini agaknya dalam beberapa akan segera membuahkan hasil. Kita tunggu saja!

  2. Belajar Dari Kebangkrutan
    Diberitakan bahwa General Motor akan ”dibangkrutkan ” !!! Padahal baru saja pada tanggal 16 Nov 2008, CEO GM Richard Wagoner mengatakan – lewat internal memo kepada managernya – bahwa : bankruptcy is “unnecessary.” . Selain itu Presiden Bush juga sudah berusaha membantu GM ( bersama Chrysler ) melalui paket bailout plan senilai $13.4 milyard pada tanggal 19 December 2008 . Mengapa berita ini menghebohkan ?

    Melihat performa GM yang diatas rata-rata, punya pengalaman di bisnis otomotif sejak tahun 1908, dan merupakan perusahaan berskala global, boleh dikata GM hampir punya segalanya.

    Adalah hal yang luarbiasa, jikalau hanya dalam kurang dari 6 bulan, tiba-tiba mereka sudah diambang pintu kebangkrutan. Ada ungkapan di Amerika : “What’s good for General Motors is good for the country”. Jika ini benar berarti : jika perusahaan yang sudah berusia 100 tahun ini terpuruk maka ekonomi Amerika pun bakal terkena imbas. Menurut para ekonom, kebangkrutan GM akan menaikkan angka pengangguran dari 6.5% menuju 9.5% di Amerika, dan akan mengakibatkan resesi global karena selain di Amerika Utara, pabrik GM juga terdapat di 35 negara termasuk Ekuador (Amerika Selatan ), Polandia (Eropa Timur ), Kenya ( Afrika ) dan Uzbekistan (Asia Utara ).

    Lalu apa yang menyebabkan GM terpuruk begitu cepat ?

    Berdasarkan konsep 6C2 – The Iceberg strategy yang telah diulas pada edisi edisi 07/2009, keterpurukan GM ini dimungkinkan karena faktor-faktor ini :

    * Menganggap remeh ancaman eksternal dan gagal memanajemeni perubahan harga minyak ( Change ) :
    Produk andalan GM adalah SUV dan truk besar, padahal kendaraan ini dikenal dengan mesinnya yang berkapasitas besar dan boros bensin. Kendaraan ini awalnya diminati mengingat luasnya benua Amerika. Namun saat harga minyak melonjak, minat atas kendaraan SUV otomatis berkurang karena terlalu rakus mengkonsumsi minyak. Akibat kenaikan harga minyak yang begitu tajam, penjualan SUV-nya turun drastis, padahal SUV merupakan jualan utama GM sejak tahun 1990.
    * Kegagalan memahami perilaku konsumen ( Clients ) :
    Kejatuhan GM sebenarnya sudah diprediksi oleh Shiro Nakamura dari aliansi GM-Isuzu di tahun 1980an. ”A lack of customer-orientation” katanya.

    Penjualan SUV tertinggi GM ada di Amerika Utara. Masalahnya pendapatan masyarakat disana adalah tetap. Begitu harga kebutuhan hidup (kebutuhan primer ) naik di Amerika karena kenaikan harga minyak, maka yang pertama mereka korbankan adalah pembayaran tagihan KPR rumah, lalu menyusul penundaan pembelian mobil (kebutuhan sekunder ). Hal ini mengakibatkan dalam waktu 12 bulan (October 2007-2008) penjualan GM di Amerika Utara telah terpangkas 45%. Saat ini hanya 1 pabrik di Arlington yang masih memproduksi SUV.

    Sebagai perbandingan, Toyota adalah contoh perusahaan yang paham betul kebutuhan konsumen. Di era horizonta business ini [ lihat SWA no 05 ] keterlibatan konsumen adalah sangat penting. Avanza dan Xenia – yang menggunakan konsep horizontal business – terbukti berhasil mencapai rekor penjualan tertinggi di Indonesia.

    * Kegagalan strategi perusahaan ( Corporate ) : gagal memprediksi kemajuan teknologi dan tidak memanfatkan kompetensi inti
    Strategi GM untuk “walk away” dari pembuatan mobil hybrid jelas merupakan blunder. Momentum ini dengan cepat dimanfaatkan oleh Honda dan Toyota dengan cara mengeluarkan mobil hybrid Prius & Insight. Nah, sekarang kedua perusahaan Jepang ini sudah mempunyai keunggulan teknologi yang lebih maju 10 tahun dalam pembuatan mobil hybrid. Menurut manajemen Toyota, memang Prius hybrid dalam tujuh tahun pertama (2001-2007) hanya terjual sebanyak 500.000 unit. Namun, dua tahun berikutnya laku sebanyak 500.000 unit. Jadi sejak dilempar ke pasar pada tahun 2000 hingga kini, telah terjual lebih dari 1.000.000 unit.

    Selain itu, GM yang menguasai technologi: “electric drive trains” tidak memanfaatkan core-competency ini dengan baik tetapi malah memilih opsi menggelontorkan jutaan USD untuk melobi standard “fuel economy” yang makin ketat bagi andalannya saat itu yakni mobil SUV dan truk besar.

    *Mempunyai pandangan yang sempit akan arti kompetisi ( Contestants )
    Contestants adalah ”seluruh” hal yang dapat mempengaruhi clients kita dalam pengambilan keputusan pembelian, termasuk : pesaing langsung, tidak langsung, produk pengganti, produk alternatif (yang memberikan level kepuasan yang sama –dengan jumlah uang yang sama) dan ancaman pendatang baru. Sayangnya GM mempunyai pandangan yang sempit akan arti kompetisi. Memang pesaing langsung GM adalah Toyota, tetapi terdapat “alternatif” keharusan dalam pengeluaran uang yakni kredit pemilikan rumah ( kebutuhan primer )

    *Cepat puas diri dan bangga akan hasil yang didapat sebelumnya. (masalah Commitment dari Top Magement yang merupakan unsur human – social ) :
    Kata orang bijak : “Terlalu lama duduk bisa membuat kita lupa berdiri”. Inilah yang terjadi pada GM. Unsur komitmen “CONTINUOUS IMPROVEMENT” seharusnya tidak hanya untuk diterapkan kepada anak buah saja tetapi juga bagi top manajemen. Perusahaan bermarkas di Detroit Michigan yang memperkerjakan 325.000 pegawai di 140 negara ini begitu percaya diri sebagai pemimpin pasar dari tahun 1931- 2007. Padahal diam-diam Toyota mengejar dari belakang, dan berhasil menyalip GM di tahun 2008.

    GM juga terlalu bangga akan ”hubungan dekatnya” dengan MIT Sloan School of Management ( didirikan tahun 1952 oleh Alfred Sloan – sang legenda GM ) dan dianggap sebagai program MBA yang terbaik di Amerika Serikat dari segi disiplin oleh Business Week .

    Steve Jobs – Apple adalah contoh pebisnis yang mempunyai komitmen CONTINUOUS IMPROVEMENT. Kata-katanya yang selalu dikenang adalah : Stay hungry – stay foolish. Hanya orang lapar yang mampu berlari lebih cepat dari orang yang kekenyangan. Hanya orang yang merasa dirinya bodoh – yang tetap mau belajar dan belajar terus. Tidak heran produk-produk keluaran Apple selalu menjadi market driving.

    * Pemimpin terlalu lambat membuat perubahan dan arogan ( Corporate Leadership)
    Sebenarnya pemimpin GM sudah berusaha melakukan strategi pemotongan biaya, membuat mobil hemat energi dan inovasi baru di segmen sedan dan crossover. Namun sayangnya perubahan ini dinilai terlalu lambat ( karena ribetnya struktur organisasi, birokrasi dan system ) jika dibandingkan kecepatan penetrasi pesaing-pesaingnya.

    Selain itu pemimpin GM memberikan sinyal yang salah kepada karyawan dan publik pada saat terbang dari Detroit ke Washington dengan menggunakan jet pribadi yang tentunya berongkos mahal disaat kondisi perusahaan sedang kritis.

    Gabungan dari faktor-faktor diatas akhirnya berakumulasi dan mempercepat keterpurukan GM. Bagi pelanggan setia GM, merek ini sebenarnya banyak membawa kenangan yang indah. Produknya – seperti Chevrolet, Cadillac, Pontiac – merupakan kendaraan yang dikenal tangguh dan bandel. Sayang harus berakhir seperti ini …..

  3. Belajar dari Kebangkrutan General Motor

    Ada informasi yang menghebohkan minggu ini. Diberitakan bahwa General Motor akan ”dibangkrutkan ” !!! Padahal baru saja pada tanggal 16 Nov 2008, CEO GM Richard Wagoner mengatakan – lewat internal memo kepada managernya – bahwa : bankruptcy is “unnecessary.” . Selain itu Presiden Bush juga sudah berusaha membantu GM ( bersama Chrysler ) melalui paket bailout plan senilai $13.4 milyard pada tanggal 19 December 2008 . Mengapa berita ini menghebohkan ?

    Melihat performa GM yang diatas rata-rata, punya pengalaman di bisnis otomotif sejak tahun 1908, dan merupakan perusahaan berskala global, boleh dikata GM hampir punya segalanya.

    Adalah hal yang luarbiasa, jikalau hanya dalam kurang dari 6 bulan, tiba-tiba mereka sudah diambang pintu kebangkrutan. Ada ungkapan di Amerika : “What’s good for General Motors is good for the country”. Jika ini benar berarti : jika perusahaan yang sudah berusia 100 tahun ini terpuruk maka ekonomi Amerika pun bakal terkena imbas. Menurut para ekonom, kebangkrutan GM akan menaikkan angka pengangguran dari 6.5% menuju 9.5% di Amerika, dan akan mengakibatkan resesi global karena selain di Amerika Utara, pabrik GM juga terdapat di 35 negara termasuk Ekuador (Amerika Selatan ), Polandia (Eropa Timur ), Kenya ( Afrika ) dan Uzbekistan (Asia Utara ).

    Lalu apa yang menyebabkan GM terpuruk begitu cepat ?

    Berdasarkan konsep 6C2 – The Iceberg strategy yang telah diulas pada edisi edisi 07/2009, keterpurukan GM ini dimungkinkan karena faktor-faktor ini :

    *

    Menganggap remeh ancaman eksternal dan gagal memanajemeni perubahan harga minyak ( Change ) :

    Produk andalan GM adalah SUV dan truk besar, padahal kendaraan ini dikenal dengan mesinnya yang berkapasitas besar dan boros bensin. Kendaraan ini awalnya diminati mengingat luasnya benua Amerika. Namun saat harga minyak melonjak, minat atas kendaraan SUV otomatis berkurang karena terlalu rakus mengkonsumsi minyak. Akibat kenaikan harga minyak yang begitu tajam, penjualan SUV-nya turun drastis, padahal SUV merupakan jualan utama GM sejak tahun 1990.

    *

    Kegagalan memahami perilaku konsumen ( Clients ) :

    Kejatuhan GM sebenarnya sudah diprediksi oleh Shiro Nakamura dari aliansi GM-Isuzu di tahun 1980an. ”A lack of customer-orientation” katanya.

    Penjualan SUV tertinggi GM ada di Amerika Utara. Masalahnya pendapatan masyarakat disana adalah tetap. Begitu harga kebutuhan hidup (kebutuhan primer ) naik di Amerika karena kenaikan harga minyak, maka yang pertama mereka korbankan adalah pembayaran tagihan KPR rumah, lalu menyusul penundaan pembelian mobil (kebutuhan sekunder ). Hal ini mengakibatkan dalam waktu 12 bulan (October 2007-2008) penjualan GM di Amerika Utara telah terpangkas 45%. Saat ini hanya 1 pabrik di Arlington yang masih memproduksi SUV.

    Sebagai perbandingan, Toyota adalah contoh perusahaan yang paham betul kebutuhan konsumen. Di era horizonta business ini [ lihat SWA no 05 ] keterlibatan konsumen adalah sangat penting. Avanza dan Xenia – yang menggunakan konsep horizontal business – terbukti berhasil mencapai rekor penjualan tertinggi di Indonesia.

    *

    Kegagalan strategi perusahaan ( Corporate ) : gagal memprediksi kemajuan teknologi dan tidak memanfatkan kompetensi inti

    Strategi GM untuk “walk away” dari pembuatan mobil hybrid jelas merupakan blunder. Momentum ini dengan cepat dimanfaatkan oleh Honda dan Toyota dengan cara mengeluarkan mobil hybrid Prius & Insight. Nah, sekarang kedua perusahaan Jepang ini sudah mempunyai keunggulan teknologi yang lebih maju 10 tahun dalam pembuatan mobil hybrid. Menurut manajemen Toyota, memang Prius hybrid dalam tujuh tahun pertama (2001-2007) hanya terjual sebanyak 500.000 unit. Namun, dua tahun berikutnya laku sebanyak 500.000 unit. Jadi sejak dilempar ke pasar pada tahun 2000 hingga kini, telah terjual lebih dari 1.000.000 unit.

    Selain itu, GM yang menguasai technologi: “electric drive trains” tidak memanfaatkan core-competency ini dengan baik tetapi malah memilih opsi menggelontorkan jutaan USD untuk melobi standard “fuel economy” yang makin ketat bagi andalannya saat itu yakni mobil SUV dan truk besar.

    *

    Mempunyai pandangan yang sempit akan arti kompetisi ( Contestants )

    Contestants adalah ”seluruh” hal yang dapat mempengaruhi clients kita dalam pengambilan keputusan pembelian, termasuk : pesaing langsung, tidak langsung, produk pengganti, produk alternatif (yang memberikan level kepuasan yang sama –dengan jumlah uang yang sama) dan ancaman pendatang baru. Sayangnya GM mempunyai pandangan yang sempit akan arti kompetisi. Memang pesaing langsung GM adalah Toyota, tetapi terdapat “alternatif” keharusan dalam pengeluaran uang yakni kredit pemilikan rumah ( kebutuhan primer )

    *

    Cepat puas diri dan bangga akan hasil yang didapat sebelumnya. (masalah Commitment dari Top Magement yang merupakan unsur human – social ) :

    Kata orang bijak : “Terlalu lama duduk bisa membuat kita lupa berdiri”. Inilah yang terjadi pada GM. Unsur komitmen “CONTINUOUS IMPROVEMENT” seharusnya tidak hanya untuk diterapkan kepada anak buah saja tetapi juga bagi top manajemen. Perusahaan bermarkas di Detroit Michigan yang memperkerjakan 325.000 pegawai di 140 negara ini begitu percaya diri sebagai pemimpin pasar dari tahun 1931- 2007. Padahal diam-diam Toyota mengejar dari belakang, dan berhasil menyalip GM di tahun 2008.

    GM juga terlalu bangga akan ”hubungan dekatnya” dengan MIT Sloan School of Management ( didirikan tahun 1952 oleh Alfred Sloan – sang legenda GM ) dan dianggap sebagai program MBA yang terbaik di Amerika Serikat dari segi disiplin oleh Business Week .

    Steve Jobs – Apple adalah contoh pebisnis yang mempunyai komitmen CONTINUOUS IMPROVEMENT. Kata-katanya yang selalu dikenang adalah : Stay hungry – stay foolish. Hanya orang lapar yang mampu berlari lebih cepat dari orang yang kekenyangan. Hanya orang yang merasa dirinya bodoh – yang tetap mau belajar dan belajar terus. Tidak heran produk-produk keluaran Apple selalu menjadi market driving.

    *

    Pemimpin terlalu lambat membuat perubahan dan arogan ( Corporate Leadership)

    Sebenarnya pemimpin GM sudah berusaha melakukan strategi pemotongan biaya, membuat mobil hemat energi dan inovasi baru di segmen sedan dan crossover. Namun sayangnya perubahan ini dinilai terlalu lambat ( karena ribetnya struktur organisasi, birokrasi dan system ) jika dibandingkan kecepatan penetrasi pesaing-pesaingnya.

    Selain itu pemimpin GM memberikan sinyal yang salah kepada karyawan dan publik pada saat terbang dari Detroit ke Washington dengan menggunakan jet pribadi yang tentunya berongkos mahal disaat kondisi perusahaan sedang kritis.

    Gabungan dari faktor-faktor diatas akhirnya berakumulasi dan mempercepat keterpurukan GM. Bagi pelanggan setia GM, merek ini sebenarnya banyak membawa kenangan yang indah. Produknya – seperti Chevrolet, Cadillac, Pontiac – merupakan kendaraan yang dikenal tangguh dan bandel. Sayang harus berakhir seperti ini …..

  4. Bangkrut japan airlines siap PHK 15600 karyawan

    Tokyo – Japan Airlines (JAL) akhirnya mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Maskapai penerbangan terbesar Asia itu selanjutnya akan mem-PHK sepertiga karyawannya atau sekitar 15.600 orang.

    Spekulasi kebangkrutan JAL memang sudah lama mencuat. Namun manajemen baru secara resmi memproses perlindungan kebangkrutan pada Selasa (19/1/2010) petang. Kebangkrutan JAL ini menjadi kasus kebangkrutan dalam sejarah perekonomian Jepang.

    Seperti dikutip dari AFP, JAL memperkirakan total utangnya sekitar 2 triliun yen atau sekitar US$ 22 miliar atau hampir sepertiga dari cadangan devisa Indonesia. Data berbeda disampaikan kantor berita Reuters, yang melansir utang JAL mencapai US$ 16 miliar.

    Pemerintah Jepang selanjutnya akan menginjeksikan sekitar US$ 3,3 miliar dana ke JAL dalam rangka proses pemulihannya.

    Saham JAL selanjutnya akan dihapuskan pencatatannya dari Tokyo Stock Exchange pada 20 Februari 2010. Saham JAL sudah merosot tajam sejak isu kebangkrutannya mencuat. Saham JAL sempat menyentuh hanya 3 yen, sekaligus menggerus nilai pasarnya menjadi sekitar US$ 90 juta atau kurang dari harga sebuah pesawat jumbo.

    Meski sedang memproses kebangkrutan, namun JAL memastikan operasional penerbangannya tidak akan terganggu. JAL tercatat terbang melintas 217 bandara di 35 negara. Pada tahun lalu, JAL mengangkut 53 juta penumpang, dimana 41 juta diantaranya adalah rute domestik.

    Semenjak terjadinya serangan teroris 11 September 2001 ditambah wabah SARS dan flu burung, maskapai penerbangan terus menderita kerugian. Termasuk JAL yang kemudian mencetak kerugian besar sehingga harus mendapatkan utangan dari pemerintah.

  5. Posted by Wibowo Sabdo Aji (0902010026) on Mei 6, 2010 at 5:27 am

    Lehman Bangkrut, Kapitalisme Sekarat?

    Senin (15 September 2008), Lehman Brothers Holdings Inc. akhirnya mengajukan pernyataan bangkrut. Lehman Brothers adalah bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat, setelah Citigroup, JP Morgan dan Merrill Lynch. Berita bangkrutnya bank ini tentu merupakan hal yang sangat mengejutkan mengingat keberadaan bank ini sudah teruji selama 158 tahun. Lehman Brothers sendiri memiliki aset sebesar 639 miliar dolar AS. Selain itu, bank ini juga pernah berhasil melewati masa-masa sulit saat terjadi kebangkrutan perusahaan kereta api di AS tahun 1800-an, depresi dunia tahun 1930-an, serta runtuhnya hedge fund Long-Term Capital Management (LTCM) pada tahun 1998. Namun, sekarang ini semua kehebatan itu sudah terkubur (Prasetiantono, 2008).
    Pengumuman kebangkrutan perusahaan ini disampaikan oleh CEO Lehman Brothers, Richard S. Fuld. Hutang Lehman Brothers sudah mencapai 613 miliar dolar AS. Jumlah ini sedikit lebih rendah daripada asetnya yang diklaim senilai 639 miliar dolar AS. Ketika pengumuman kebangkrutan itu disampaikan, nilai sahamnya langsung jatuh hingga mencapai 94%. Akhirnya, saham dari perusahaan ini dihapus dari pasar Wall Street. Artinya, 1,2 miliar lembar saham perusahaan yang memiliki riwayat 158 tahun itu berharga nol (Okezone.com).
    Direksi Lehman Brothers telah mengajukan petisi kepada United States Bankruptcy Court for the Southern District of New York. Bank ini mencatatkan kerugiannya sebesar US$ 3,9 miliar hingga triwulan ketiga 2008. Lehman dipastikan bangkrut setelah Barclays PLC dan Bank of America Corp membatalkan pembicaraan akuisisi. Barclays PLC sebelumnya sangat berminat untuk mengakuisisi Lehman Brothers. Akan tetapi, rencana ini urung dilakukan karena tidak mendapat jaminan dari Departemen Keuangan AS dan perusahaan di Wall Street untuk melindungi diri dari kerugian aset Lehman (Koran Tempo).

    Dampak Kebangkrutan
    Runtuhnya Lehman Brothers ibarat deret kartu yang disusun dan jatuh. Imbasnya menjalar ke seluruh penjuru dunia. Eropa, Jepang, Cina, Korea dan masih banyak lagi negara yang mengalami dampak yang cukup parah. Saham-saham di pasar modal mengalami terjun bebas. Krisis juga berpengaruh di sektor perbankan. Memang, hingga saat ini, dampak krisis yang terjadi di negeri Paman Sam itu belum terlalu berimbas di perbankan Asia. Namun, bukan berarti kondisi perbankan di Asia bisa dikatakan aman 100% (Okezone.com).
    Dampak paling nyata dari bangkrutnya Lehman Brothers adalah meningkatnya jumlah pengangguran di AS, bahkan di berbagai belahan dunia. Di seluruh dunia, jumlah pegawai jaringan perusahaan Lehman Brothers mencapai 25.000 orang. Pada bulan Agustus 2008, Lehman sudah mengumumkan akan memecat 5 persen dari jumlah pegawainya atau sekitar 1.500 orang. Setelah Lehman Brothers, kebangkrutan masih menghantui perusahaan-perusahaan di Wall Street. Apalagi sejumlah perusahaan finansial yang selama ini dipercaya kuat juga mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan pesaing Lehman, Merrill Lynch, misalnya, sudah diambil oleh pemerintah AS. Perusahaan raksasa lainnya, American International Group (AIG)—salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia—saat ini juga sedang mencari pinjaman sebesar 40 miliar dolar (Eramuslim.com).
    Kini yang menjadi masalah, banyak yang meyakini bahwa kebangkrutan Lehman Brothers bukan kasus terakhir. Masih ada sejumlah kasus lain yang akan menyusul, yang disebabkan oleh risiko sistemik (systemic risk). Hal itu disebabkan, Lehman Brothers memiliki banyak kewajiban kepada banyak kreditor. Seluruh hutang Lehman Brothers mencapai 613 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah daripada asetnya yang diklaim 639 miliar dolar AS. Yang menjadi masalah, apakah angka-angka itu valid? Kalaupun valid, berapa lama aset-aset itu bisa dicairkan? (Prasetiantono, 2008).
    Yang menjadi persoalan, hutang itu merupakan kewajiban Lehman kepada sekitar 20 institusi keuangan di manca negara dan paling banyak berasal dari Asia. Para pengamat yakin, bangkrutnya Lehman ini akan menyeret sejumlah lembaga keuangan dunia lainnya. Dengan tutupnya Lehman, kerugian yang akan ditanggung lembaga-lembaga keuangan tadi diperkirakan mencapai US$ 377 miliar. Angka ini jauh di atas modal mereka yang tercatat sebesar US$ 362,4 miliar. Dua kreditor besar Lehman Brothers adalah Citibank dan Bank of New York Mellon, memegang obligasi 138 miliar dolar AS. Jika aset-aset itu tidak tertagih, bank-bank ini akan terkena dampak risiko sistemik. Jika upaya penyelamatan Lehman tidak berhasil, ia akan berpotensi membangkrutkan puluhan institusi keuangan. Akibatnya, perekonomian dunia akan mengalami resesi yang besar (Bastaman, 2008).

    Kapitalisme ‘Menjanjikan’ Kebangkrutan
    Kita harus memahami, bahwa kebesaran ekonomi Kapitalisme yang sekarang mengangkangi perekonomian dunia ternyata tidak tumbuh dari basis ekonomi riil yang mapan, melainkan dari sektor finansial (non-riil) yang sangat rapuh. Sektor finansial yang menjadi andalannya ada dua, yaitu lembaga perbankan dan pasar modal.
    Lembaga perbankan diharapkan dapat dijadikan sebagai mesin penyedot uang dari dana masyarakat. Selanjutnya, dana ini akan digunakan untuk kepentingan perusahaan kapitalis. Sebagai lembaga bisnis, perbankan akan selalu dituntut untuk menghasilkan keuntungan yang bersifat pasti (fix return). Dana yang sudah disedot dari masyarakat tidak boleh menganggur, karena perbankan berkewajiban memberikan bunga kepada para penabungnya. Oleh karena itu, bank harus bekerja keras untuk selalu menciptakan kredit, agar uang dalam brankasnya terus menghasilkan bunga yang lebih besar daripada bunga tabungannya. Dari titik ini, sesungguhnya ekonomi Kapitalisme terlalu berani untuk melawan kodrat. Secara kodrati, dunia bisnis itu tidak ada yang bersifat pasti. Bisnis kadang naik, kadang turun, bahkan tidak jarang yang mengalami kerugian. Dari sinilah malapetaka Lehman dapat diungkapkan. Kredit yang telah digelontorkan Lehman berbuah macet. Siapa yang harus bertanggung jawab?
    Mesin andalan kedua adalah pasar modal. Untuk kepentingan pengembangan perusahaannya, kaum kapitalis dapat “menjual kertas”, baik dalam bentuk saham maupun surat berharga lainnya. Namun, dalam perkembangannya, “perdagangan kertas” ini akhirnya terlepas dari akarnya. Mekanisme harga yang terbentuk dalam perdagangan “kertas” ini tidak didasarkan pada kinerja di sektor riil. Harga yang terbentuk hanyalah produk dari permainan para spekulan dengan cara membentuk opini pasar, permainan informasi atau menjual “kredibilitas”. Dengan begitu, harga yang terbentuk hanyalah harga “psikologis” atau artifisial, bukan harga yang riil (Hamid, 2008).
    Jika dua lembaga ini digabung, sesungguhnya Kapitalisme telah merajut sarang laba-laba, sangat rapuh. Gubernur bank sentral di negara-negara industri maju kini mulai khawatir melihat perkembangan pasar keuangan yang sudah tidak dapat dikontrol lagi. Mereka baru sadar bahwa sebagian besar dari instrumen hutang saat ini tidak memiliki aturan dan terlalu liar. Calon presiden Partai Republik, McCain, juga mengaku baru sadar kalau Wall Street terlalu serakah dalam mengejar keuntungan. Wall Street tidak hanya serakah, tetapi juga kelewat banyak memainkan hutang. Akibatnya, struktur bisnis di sana gampang runtuh hanya oleh satu kesalahan sepele, mirip rumah kartu yang ambruk hanya oleh satu tiupan. Bayangkan, total nilai transaksi hutang dunia saat ini adalah US$ 700 triliun, yang pusatnya ada di Wall Street. Angka ini 10 kali lipat daripada pendapatan (GNP) seluruh negara-negara di dunia, jika digabungkan. Hutang ini telah melewati batas kemampuan sistem ekonomi untuk menyerapnya. Mungkin inilah yang disebut oleh kearifan masa lalu sebagai besar pasak daripada tiang (La Tanry, 2008).

  6. Posted by Bunga Ayu Windatania (0702010001) on Mei 6, 2010 at 5:33 am

    Rabu, 10 Mei 2006
    Toyota Amerika Utara Ganti Bos
    Sejumlah perusahaan Jepang banyak yang tersangkut masalah sosial.

    TOKYO — Presiden dan CEO Toyota Motor Amerika Utara, Hideaki Otaka, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya karena diduga tersangkut kasus hukum pelecehan seksual. Pria berusia 65 tahun ini sebenarnya baru akan meninggalkan jabatannya Juni mendatang.

    Namun, Otaka secara sukarela memilih lebih awal meninggalkan jabatan tersebut. Toyota Motor Corp mempromosikan dua eksekutifnya di bidang penjualan untuk menangani operasional bisnis di AS menggantikan Otaka. Keduanya adalah Yukitoshi Funo, chairman and chief executive North America Business, dan Jim Press, presiden North American Business.

    Otaka dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap Sayaka Kobayashi (42) ketika Kobayashi bekerja sebagai asisten pribadinya. Perbuatan itu berlangsung akhir musim panas hingga musim dingin lalu sehingga membuatnya terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan itu. Kasus tersebut masuk ke meja hijau pekan lalu di New York.

    ”Saya berharap bisa membersihkan diri dari perkara ini dan mengajukan tuntutan balik secara hukum terhadap mereka yang merusak nama baik Toyota dan saya. Pengabdian kepada Toyota telah terganggu dan ini jelas tidak sesuai dengan kepentingan perusahaan,” jelas Otaka.
    Dalam tuntutannya, Kobayashi menyatakan Otaka telah memanipulasi perjalanan dan jadwal kegiatannya sedemikian rupa sehingga membuat Otaka selalu bersama Kobayashi. Otaka juga kerap memintanya menemani dalam sejumlah acara sosial dan sempat meraba-rabanya ketika berada di sebuah hotel di Washington DC dan Central Park, New York.

    Ketika kasus tidak senonoh itu dilaporkan ke para pejabat di Toyota, mereka meminta Kobayashi menyelesaikan masalah itu secara pribadi dengan bosnya yang sudah menikah. Akibat perilaku tersebut, Kobayashi dipindahkan dari pekerjaanya ke bagian perencanaan yang menjadi tempatnya semula atau keluar dari perusahaan. Kobayashi akhirnya mengajukan tuntutan ganti rugi senilai 190 juta dolar AS.

    Toyota yang juga terancam terkena tuduhan menutupi kasus ini tidak memberikan banyak komentar. Namun, perusahaan itu akan memperkuat upaya-upaya yang diperlukan guna mencegah kasus asusila atau pelanggaran hukum lainnya. Termasuk meninjau ulang setiap aturan yang berlaku dan melatih para eksekutifnya guna mencegah terjadinya salah perintah.

    ”Di Toyota kami memiliki tidak menoleransi pelecehan seksual atau diskriminasi dengan alasan apa pun,” kata Presiden Toyota Motor Corp, Katsuaki Watanabe. Perusahaannya berharap mampu membangun reputasi yang baik di kawasan Amerika Utara.

    Menurut pihak Toyota, mantan Menteri Tenaga Kerja AS, Alexis Herman, akan memimpin tim khusus yang akan mempelajari kasus diskriminasi ini. Herman yang juga penasihat di Toyota akan melaporkan hasil temuannya ke pimpinan Toyota dan afiliasinya.

    Dugaan kasus pelecehan seksual mencuat bersamaan dengan meroketnya penjualan Toyota di AS. Sejumlah analis menilai kini Toyota telah berada di jalur yang tepat untuk mengambil alih posisi General Motor Corp sebagai produsen otomotif nomor satu di dunia dalam beberapa tahun mendatang.

    Sejumlah perusahaan Jepang banyak yang tersangkut masalah sosial karena perubahan budaya mereka yang lambat. Terutama dalam menerima wanita sebagai mitra kerja. Kasus pelecehan seksual relatif masih jarang terjadi dan kasus Kobayashi merupakan tanda bahaya dan mengejutkan media massa Jepang, terutama karena jumlah tuntutan yang diajukannya.
    Press bergabung dengan Toyota Motor sejak 1970 dan telah bekerja di bidang periklanan, pelayanan pelanggan, pemasaran, distribusi, dan perencanaan produksi. Pria berusia 59 tahun ini bekerja sebagai presiden penjualan Toyota di AS sejak Juni 2005 dan juga menjabat manajer pelaksana Toyota di Jepang.

    Press yang akan menempati kantornya di New York dinilai sukses meningkatkan kinerja penjualan Toyota di AS. Prestasi ini dapat membuatnya memperoleh penghargaan sebagai salah satu eksekutif paling berpengaruh dalam industri otomotif. Press juga menjadi anggota pimpinan manajemen produsen otomotif Jepang untuk skala global. Press adalah warga AS pertama yang menjabat sebagai presiden penjualan Toyota di AS.

    Sebelumnya, Press menjabat sebagai direktur operasional. Pengangkatannya juga membuka peluang bagi manajer non-Jepang menduduki posisi strategis di perusahaan omototif terbesar kedua di dunia itu.

    Perkiraan survei yang dilakukan Thomson Finansial terhadap 20 analis, seperti dikutip Bloomberg, menunjukkan bahwa keuntungan bersih Toyota pada kuartal keempat naik 16 persen menjadi tiga miliar dolar AS. Jumlah itu hampir tujuh kali dari keuntungan General Motors yang mencapai 445 juta dolar pada periode yang sama.

    Pasar AS begitu menggiurkan bagi Toyota. Pasalnya, kawasan ini memberikan kontribusi keuntungan lebih dari 60 persen dari keuntungan operasional setiap tahun. Penjualan Toyota di AS pada tiga bulan pertama naik 7,4 persen sebanyak 544.851 unit kendaraan.
    Model paling banyak diburu sedan Avalon yang menguasai 13,8 persen pangsa pasar. Penjualan ketiga rivalnya, General Motors, Ford, dan DaimlerChrysler, turun 2,3 persen.

    Fakta Angka
    190 juta dolar AS
    Jumlah tuntutan Kobayashi kepada Otaka
    16 persen
    Kenaikan keuntungan Toyota pada kuartal pertama
    (afp/ap/hir )

  7. Posted by Wibowo Sabdo Aji (0902010026) on Mei 6, 2010 at 5:37 am

    Lehman Bangkrut, Kapitalisme Sekarat?

    Senin (15 September 2008), Lehman Brothers Holdings Inc. akhirnya mengajukan pernyataan bangkrut. Lehman Brothers adalah bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat, setelah Citigroup, JP Morgan dan Merrill Lynch. Berita bangkrutnya bank ini tentu merupakan hal yang sangat mengejutkan mengingat keberadaan bank ini sudah teruji selama 158 tahun. Lehman Brothers sendiri memiliki aset sebesar 639 miliar dolar AS. Selain itu, bank ini juga pernah berhasil melewati masa-masa sulit saat terjadi kebangkrutan perusahaan kereta api di AS tahun 1800-an, depresi dunia tahun 1930-an, serta runtuhnya hedge fund Long-Term Capital Management (LTCM) pada tahun 1998. Namun, sekarang ini semua kehebatan itu sudah terkubur (Prasetiantono, 2008).

    Pengumuman kebangkrutan perusahaan ini disampaikan oleh CEO Lehman Brothers, Richard S. Fuld. Hutang Lehman Brothers sudah mencapai 613 miliar dolar AS. Jumlah ini sedikit lebih rendah daripada asetnya yang diklaim senilai 639 miliar dolar AS. Ketika pengumuman kebangkrutan itu disampaikan, nilai sahamnya langsung jatuh hingga mencapai 94%. Akhirnya, saham dari perusahaan ini dihapus dari pasar Wall Street. Artinya, 1,2 miliar lembar saham perusahaan yang memiliki riwayat 158 tahun itu berharga nol (Okezone.com).

    Direksi Lehman Brothers telah mengajukan petisi kepada United States Bankruptcy Court for the Southern District of New York. Bank ini mencatatkan kerugiannya sebesar US$ 3,9 miliar hingga triwulan ketiga 2008. Lehman dipastikan bangkrut setelah Barclays PLC dan Bank of America Corp membatalkan pembicaraan akuisisi. Barclays PLC sebelumnya sangat berminat untuk mengakuisisi Lehman Brothers. Akan tetapi, rencana ini urung dilakukan karena tidak mendapat jaminan dari Departemen Keuangan AS dan perusahaan di Wall Street untuk melindungi diri dari kerugian aset Lehman (Koran Tempo).

    Dampak Kebangkrutan
    Runtuhnya Lehman Brothers ibarat deret kartu yang disusun dan jatuh. Imbasnya menjalar ke seluruh penjuru dunia. Eropa, Jepang, Cina, Korea dan masih banyak lagi negara yang mengalami dampak yang cukup parah. Saham-saham di pasar modal mengalami terjun bebas. Krisis juga berpengaruh di sektor perbankan. Memang, hingga saat ini, dampak krisis yang terjadi di negeri Paman Sam itu belum terlalu berimbas di perbankan Asia. Namun, bukan berarti kondisi perbankan di Asia bisa dikatakan aman 100% (Okezone.com).

    Dampak paling nyata dari bangkrutnya Lehman Brothers adalah meningkatnya jumlah pengangguran di AS, bahkan di berbagai belahan dunia. Di seluruh dunia, jumlah pegawai jaringan perusahaan Lehman Brothers mencapai 25.000 orang. Pada bulan Agustus 2008, Lehman sudah mengumumkan akan memecat 5 persen dari jumlah pegawainya atau sekitar 1.500 orang. Setelah Lehman Brothers, kebangkrutan masih menghantui perusahaan-perusahaan di Wall Street. Apalagi sejumlah perusahaan finansial yang selama ini dipercaya kuat juga mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan pesaing Lehman, Merrill Lynch, misalnya, sudah diambil oleh pemerintah AS. Perusahaan raksasa lainnya, American International Group (AIG)—salah satu perusahaan asuransi terbesar di dunia—saat ini juga sedang mencari pinjaman sebesar 40 miliar dolar (Eramuslim.com).

    Kini yang menjadi masalah, banyak yang meyakini bahwa kebangkrutan Lehman Brothers bukan kasus terakhir. Masih ada sejumlah kasus lain yang akan menyusul, yang disebabkan oleh risiko sistemik (systemic risk). Hal itu disebabkan, Lehman Brothers memiliki banyak kewajiban kepada banyak kreditor. Seluruh hutang Lehman Brothers mencapai 613 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah daripada asetnya yang diklaim 639 miliar dolar AS. Yang menjadi masalah, apakah angka-angka itu valid? Kalaupun valid, berapa lama aset-aset itu bisa dicairkan? (Prasetiantono, 2008).

    Yang menjadi persoalan, hutang itu merupakan kewajiban Lehman kepada sekitar 20 institusi keuangan di manca negara dan paling banyak berasal dari Asia. Para pengamat yakin, bangkrutnya Lehman ini akan menyeret sejumlah lembaga keuangan dunia lainnya. Dengan tutupnya Lehman, kerugian yang akan ditanggung lembaga-lembaga keuangan tadi diperkirakan mencapai US$ 377 miliar. Angka ini jauh di atas modal mereka yang tercatat sebesar US$ 362,4 miliar. Dua kreditor besar Lehman Brothers adalah Citibank dan Bank of New York Mellon, memegang obligasi 138 miliar dolar AS. Jika aset-aset itu tidak tertagih, bank-bank ini akan terkena dampak risiko sistemik. Jika upaya penyelamatan Lehman tidak berhasil, ia akan berpotensi membangkrutkan puluhan institusi keuangan. Akibatnya, perekonomian dunia akan mengalami resesi yang besar (Bastaman, 2008).

    Kapitalisme ‘Menjanjikan’ Kebangkrutan
    Kita harus memahami, bahwa kebesaran ekonomi Kapitalisme yang sekarang mengangkangi perekonomian dunia ternyata tidak tumbuh dari basis ekonomi riil yang mapan, melainkan dari sektor finansial (non-riil) yang sangat rapuh. Sektor finansial yang menjadi andalannya ada dua, yaitu lembaga perbankan dan pasar modal.

    Lembaga perbankan diharapkan dapat dijadikan sebagai mesin penyedot uang dari dana masyarakat. Selanjutnya, dana ini akan digunakan untuk kepentingan perusahaan kapitalis. Sebagai lembaga bisnis, perbankan akan selalu dituntut untuk menghasilkan keuntungan yang bersifat pasti (fix return). Dana yang sudah disedot dari masyarakat tidak boleh menganggur, karena perbankan berkewajiban memberikan bunga kepada para penabungnya. Oleh karena itu, bank harus bekerja keras untuk selalu menciptakan kredit, agar uang dalam brankasnya terus menghasilkan bunga yang lebih besar daripada bunga tabungannya. Dari titik ini, sesungguhnya ekonomi Kapitalisme terlalu berani untuk melawan kodrat. Secara kodrati, dunia bisnis itu tidak ada yang bersifat pasti. Bisnis kadang naik, kadang turun, bahkan tidak jarang yang mengalami kerugian. Dari sinilah malapetaka Lehman dapat diungkapkan. Kredit yang telah digelontorkan Lehman berbuah macet. Siapa yang harus bertanggung jawab?

    Mesin andalan kedua adalah pasar modal. Untuk kepentingan pengembangan perusahaannya, kaum kapitalis dapat “menjual kertas”, baik dalam bentuk saham maupun surat berharga lainnya. Namun, dalam perkembangannya, “perdagangan kertas” ini akhirnya terlepas dari akarnya. Mekanisme harga yang terbentuk dalam perdagangan “kertas” ini tidak didasarkan pada kinerja di sektor riil. Harga yang terbentuk hanyalah produk dari permainan para spekulan dengan cara membentuk opini pasar, permainan informasi atau menjual “kredibilitas”. Dengan begitu, harga yang terbentuk hanyalah harga “psikologis” atau artifisial, bukan harga yang riil (Hamid, 2008).

    Jika dua lembaga ini digabung, sesungguhnya Kapitalisme telah merajut sarang laba-laba, sangat rapuh. Gubernur bank sentral di negara-negara industri maju kini mulai khawatir melihat perkembangan pasar keuangan yang sudah tidak dapat dikontrol lagi. Mereka baru sadar bahwa sebagian besar dari instrumen hutang saat ini tidak memiliki aturan dan terlalu liar. Calon presiden Partai Republik, McCain, juga mengaku baru sadar kalau Wall Street terlalu serakah dalam mengejar keuntungan. Wall Street tidak hanya serakah, tetapi juga kelewat banyak memainkan hutang. Akibatnya, struktur bisnis di sana gampang runtuh hanya oleh satu kesalahan sepele, mirip rumah kartu yang ambruk hanya oleh satu tiupan. Bayangkan, total nilai transaksi hutang dunia saat ini adalah US$ 700 triliun, yang pusatnya ada di Wall Street. Angka ini 10 kali lipat daripada pendapatan (GNP) seluruh negara-negara di dunia, jika digabungkan. Hutang ini telah melewati batas kemampuan sistem ekonomi untuk menyerapnya. Mungkin inilah yang disebut oleh kearifan masa lalu sebagai besar pasak daripada tiang (La Tanry, 2008).

  8. Posted by Dimas kumorojati 0702010029 on Mei 6, 2010 at 11:13 am

    Toyota Kian Terpuruk; Kerugian Meroket 1,7 Miliar Dollar
    (Vibiznews – Business) – Perusahaan otomotif ternama asal Jepang yaitu, Toyota Motors pada hari ini (23/12) kembali memberikan kabar yang cukup mengkhawatirkan. Sebelumnya, perusahaan otomotif yang bermarkas di Nagoya tersebut diprediksi akan mengalami kerugian sebesar 1,1 miliar dollar atau senilai dengan Rp 13,2 triliun. Namun secara mengejutkan pada hari ini berdasarkan hasil konferensi pers perusahaan tersebut menyatakan akan mengalami kerugian melebihi prediksi yang dilakukan oleh para ekonom sebelumnya. Toyota menyatakan bahwa sampai dengan bulan Maret pihaknya akan mengalami kerugian sebesar 1,7 miliar dollar atau senilai dengan Rp 20,4 triliun.
    Level kerugian tersebut berhasil mencatatkan rekor tertinggi sejak tahun 1941. Selain itu, laporan ini juga membuat posisi yang sangat sulit bagi Toyota dalam menjaga posisi sebagai produsen mobil terkemuka dunia saat ini. Dengan meroketnya kerugian ini berarti kondisi yang dialami oleh Toyota tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh perusahaan-perusahaan otomotif di AS, seperti General Motors, Ford dan Chrysler, yang sebelumnya telah menyatakan akan mengalami kebangkrutan akibat meningkatnya kerugian sejak kuartal ketiga tahun ini, meski pada beberapa hari lalu “Big Three” telah berfas lega mengingat pihak pemerintah As telah sepakat akan mengucurkan dana bantuan sebesar 14 miliar dollar atau senilai dengan Rp 168 triliun.

  9. Posted by Titin Nurfaizah on Mei 7, 2010 at 6:45 pm

    DRAFT-I KASUS PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA, PINDAH KERJA DI PT. CALTEX PACIFIC INDONESIA
    SEKILAS SEJARAH PERUSAHAAN
    PT. Caltex Pacific Indonesia (PT. CPI) adalah perusahaan modal asing (PMA) yang melakukan kontrak kerja dengan Pemerintah Indonesia dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak bumi di Indonesia. cikal bakal kegiatan PT CPI di Indonesia dimulai tahun 1934, di saat Standard Oil Company of California (yang kini bernama Chevron Corporation) memulai kegiatan eksplorasi minyak di Hindia Belanda. Untuk memperluas kegiatannya, pada tahun 1936 Standard Oil Company of California bergabung dengan perusahaan Texas Oil Company (Texaco), sebuah perusahaan minyak Amerika Serikat, membentuk perusahaan yang diberi nama Caltex.
    Kegiatan eksplorasi minyak oleh Caltex membuahkan hasil yang besar dengan ditemukannya minyak dan gas di Sabanga tahun 1939, dan Duri tahun 1940. Ke dua ladang minyak ini berada di Riau yang kemudian menjadi wilayah operasi utama Caltex di Indonesia. Hingga kini kegiatan operasional Caltex masih terpusatkan pada wilayah tersebut.
    Kegiatan Caltex di Indonesia terhenti selama sekitar satu dasa warsa karena Perang Dunia ke II. Pada saat penjajahan Jepang di Indonesia, Jepang memanfaatkan data dan peralatan yang dimiliki Caltex untuk melanjutkan pencarian minyak di Indonesia. Kegiatan ini membuahkan sukses besar dengan ditemukannya ladang minyak raksasa si Minas, Sumatera Utara, pada tahun 1944. Ladang minyak ini merupakan ladang terbesar yang pernah ditemukan di daerah antara Timur tengah dan pantai barat Amerika Serikat.
    Setelah Perang Dunia ke II berakhir dan Indonesia menjadi negara merdeka, Caltex meneruskan kegiatannya di Indonesia. Pada tahun 1952 ladang minyak Minas mulai berproduksi dan pada tahun yang sama dimulailah pengapalan minyak pertama kalinya melalui jalur sungai Siak dan melintasi kota Pekanbaru. Sejak itu kegiatan Caltex di Indonesia meningkatkan intensitasnya. Untuk memperlancar kegiatan pengiriman minyak ke berbagai wilayah Caltex membangun daerah infrastruktur. Jaringan pipa minyak, jalan-jalan yang menghubungi daerah operasi di Pekanbaru, Minas, Duri dan Dumai dibangun beserta dengan pembangunan pelabuhan pengapalan minyak di dumai.
    Untuk memenuhi peraturan Pemerintah Indonesia, di tahun 1963 Caltex membangun PT. Caltex Pasific Indonesia (PT. CPI) sebagai badan yang melakukan kontrak kerja dengan Pemerintah Indonesia. Ini adalah tonggak sejarah berdirinya PT. Caltex Pasific Indonesia (CPI). Oleh karena PT CPI berbentuk perseroan terbatas (PT) maka ia tunduk dengan peraturan pemerintah Indonesia. Sejak itu PT CPI berkembang pesat. Hingga saat ini lebih dari separuh minyak bumi Indonesia dihasilkan melalui kegiatan PT CPI. Dari sekitar 1,374 juta barrel minyak perhari yang dihasilkan di Indonesia di tahun 1993, sebanyak 670.000 barrel berasal dari ladang minyak PT CPI. Minyak bumi yang dihasilkan sebagian digunakan untuk keperluan dalam negeri, sedangkan sisanya diekspor ke Jepang, Australia, Amerika dan berbagai negara lainnya
    Untuk meningkatkan efesiensi didalam eksplorasi minyak, khususnya didalam menghadapi semakin menyusutnya minyak dari ladang minyak yang sudah tua, PT CPI memanfaatkan teknologi baru. Sebagai pelopor pemanfaatan teknologi baru di bidang perminyakan di Indonesia, PT CPI saat ini menggunakan teknik injeksi air (water flooding) dan teknik injeksi uap (steam flooding). Teknologi ini diperlukan agar perolehan minyak bisa ditingkatkan. Di tahun 1989 teknik injeksi uap yang diterapkan di ladang minyak Duri merupakan proyek injeksi uap terbesar di dunia.
    Walaupun PT CPI berbentuk perseroan terbatas (PT) yang harus tunduk kepada peraturan korporat Indonesia, namun 100% saham perusahaan ini dimiliki oleh Chevron dan Texaco yang pusat kegiatannya berada di Amerika Serikat. Saat ini kepemilikan sahamnya 50% dipegang oleh Chevron dan sisanya yang 50% lagi dimiliki oleh Texaco.
    Saat ini pembagian keuntungan perusahaan di dasarkan pada rasio pembagian keuntungan 88% untuk pemerintah Indonesia dan 12% untuk Caltex. Di tahun 2001 pembagian keuntungan ini akan menjadi 90% untuk Pemerintah Indonesia dan 10% untuk Caltex. Pembagian keuntungan seperti sekarang ini di dahului oleh berbagai cara pembagian keuntungan. Pada zaman Hindia Belanda Caltex membayar royalti pada pemerintah berdasarkan jumlah minyak yang mereka peroleh. Kemudian antara tahun 1963 sampai 1983 pembagian di dasarkan pada Kontrak Karya. Pada system ini kekayaan perusahaan adalah milik Caltex dan manajemen adalah hak prerogatif perusahaan. Caltex hanya melaporkan pada Pemerintah Indonesia hal-hal yang akan dia lakukan. Pada sistim kontrak karya pembagian adalah keuntungan adalah 65% untuk pemerintah Indonesia dan 35% untuk Caltex. Pada tahun 1983 kontrak kerja berubah menjadi kontrak Production Sharing. Pada sistin kontrak ini manajemen tidak lagi menjadi prerogatif Caltex tetapi menjadi hak Pemerintah Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh Pertamina. Demikian pula dengan kekayaan perusahaan menjadi milik Pertamina.

    PUSAT KEGIATAN
    Kegiatan operasional PT CPI terbagi pada empat wilayah. Kantor Pusat berada di Jakarta. Kantor Pusat yang dikoordinasikan oleh seorang Wakil Managing Director. Kantor Operasi Rumbai yang menangani masalah operasi yang dikoordinasikan oleh seorang Executive Vice President & Managing Director. Kantor Produksi Duri yang menangani masalah produksi minyak dipimpin oleh …………………….. Pusat kegiatan keempat adalah di Kantor Penyimpanan dan Pengapalan Minyak yang berada di Dumai. Kantor Dumai dipimpin oleh seorang ………………………… Seluruh kegiatan PT CPI dipimpin oleh Ketua Dewan Direksi yang berkedudukan di Kantor Pusat, Jakarta.

    SUMBER DAYA MANUSIA
    PT CPI mempunyai sebanyak……… orang karyawan yang terdiri atas ………. orang pegawai di Kantor Pusat, ……….. orang di Kantor Rumbai, ……… orang, dan ……. di Kantor Duri, dan ……… orang di Kantor Dumai.
    Oleh karena PT CPI adalah suatu perusahaan modal asing, maka karyawannya pun terdiri atas orang pribumi dan orang asing. Karyawan asing mendapat mendapat perlakuan yang lain daripada perlakuan terhadap karyawan Indonesia, dalam arti fasilitas yang mereka peroleh jauh lebih baik. Pada umumnya para karyawan asing adalah para teknisi di bidang perminyakan yang tenaga kerja mereka sangat dibutuhkan.

    1. Status dan penggolongan pegawai
    Pada umumnya pegawai PT CPI terdiri atas pegawai tetap yang diangkat setelah mereka lulus masa percobaan selama tiga bulan. Dalam kasus perusahaan memerlukan tenaga yang sifatnya untuk sementara (misalnya tenaga medis) ada pegawai tidak tetap yang dikontrakkan untuk masa kerja tertentu.
    Pegawai tetap dikategorikan ke dalam ……………. klasifikasi. Klasifikasi-1 adalah yang terendah sedangkan klasifikasi ……………….. adalah tertinggi.
    Berdasarkan klasifikasi yang dimiliki masing-masing pegawai empat penggolongan seperti berikut:
    1. Pegawai MCP (Management Compensation Program), pegawai golongan ini adalah
    pegawai yang termasuk klasifikasi 11 ke atas.
    2. Pegawai SCP (Staff Compensation Program), pegawai golongan ini memiliki klasifikasi 7-10.
    3. Pegawai Associate Staff, yakni pegawai yang memiliki klasifikasi 5 dan 6.
    4. Pegawai Non-Staff, pegawai dengan klasifikasi 1 sampai dengan 4.
    Selain pegawai golongan di atas ada pegawai tidak tetap yang bekerja berdasarkan kontrak. Pegawai kelompok terakhir ini dalam bekerja dipimpin oleh penyelia PT CPI dan bertanggungjawab kepadanya. Walaupun demikian pegawai kontraktor tidak menerima gaji dari PT CPI. Gaji mereka dibayar oleh pihak kontraktor.
    Terjadinya perbedaan perlakuan antas lulusan Sarjana-1 di saat mereka pertama kali diterima sebagai karyawan di perusahaan. Lulusan ilmu sosial hanya memperoleh klasifikasi-7 sedangkan lulusan ilmu eksakta mendapat klasifikasi-8. Kenaikan klasifikasi dari klasifikasi-7 ke klasifikasi-10 tidak tergantung pada posisi yang tersedia, tetapi tergantung pada prestasi kerja masing-masing karyawan. Kenaikan klasifikasi dari klasifikasi 10 ke 11 mulai sulit karena dikaitkan dengan posisi kerja yang tersedia. Posisi klasifikasi-11 ke atas adalah posisi ahli senior yang jumlah posisinya memang secara relatif sedikit. Seseorang baru dipromosikan ke klasifikasi 11 hanya bila ada posisi yang terbuka. Karyawan banyak mengeluh karena sulitnya kenaikan klasifikasi karena dikaitkan dengan posisi yang tersedia.

    KOMPENSASI
    Kompensasi yang diberikan kepada karyawan atas tenaga dan pkiran yang dicurahkan pada pekerjaan terdiri atas gaji, tunjangan dan berbagai fasilitas.

    Gaji
    Gaji yang diberikan pada karyawan di dasarkan pada gaji pokok yang jumlahnya ditinjau setiap tahun sekali. Dalam sepuluh tahun terakhir ini kenaikan reguler gaji pegawai adalah sebesar 5% dari gaji pokok setahun. Selain kenaikan gaji reguler tersebut karyawan juga memperoleh tambahan kenaikan gaji yang jumlahnya didasarkan pada prestasi kerja masing-masing karyawan. Jumlah gaji tambahan ini dibatasi oleh ketentuan gaji maksimal untuk masing-masing klasifikasi. Ketentuan gaji maksimum ini menimbulkan masalah bagi karyawan yang tidak bisa naik klasifikasi karena tidak tersedianya posisi kerja untuk klasifikasi yang lebih tinggi. Ketentuan gaji maksimum ini akan menyebabkan jumlah gaji tambahan yang didasarkan pada prestasi kerja semakin mengecil dari tahun ke tahun. Kenaikan yang semakin mengecil ini dilakukan agar gaji yang diterima tidak melampaui ketentuan jumlah gaji maksimum untuk setiap klasifikasi. Ketentuan yang demikian ini menjadi factor yang kurang menggairahkan karyawan untuk bekerja.
    Karyawan yang telah mencapai usia tertentu akan berhenti bekerja dan mendapat uang penghasilan dari pensiun.

    Tunjangan
    Perusahaan memberikan tunjangan uang tunai pada karyawan yang bekerja di daerah terpencil. selain tunjangan uang tunai, perusahaan juga memberikan tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi untuk mereka yang tidak menempati perumahan yang disediakan oleh perusahaan. Tunjangan perumahan dapat berupa kesempatan untuk membangun rumah atas bantuan perusahaan.
    Tunjangan lain yang diberikan adalah tunjangan cuti dan hari libur. Karyawan dapat menikmati hari libur dengan gaji tetap dibayarkan. Hari libur tersebut meliputi hari libur resmi pemerintah, cuti tahunan, dan beberapa hari libur yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan untuk berbagai urusan seperti pernikahan, kelahiran anak, naik haji.
    Cuti tahunan yang diberikan tergantung pada golongan karyawan. Karyawan Non Staff dan Associate staff dengan masa kerja kurang dari 20 tahun memperoleh cuti sebanyak 28 hari. Sedangkan mereka yang masa kerjanya diatas 20 tahun memperoleh cuti sebanyak 35 hari. Bagi karyawan Staff dengan klasifikasi 7 sampai 10 berhak mendapat cuti sebanyak 35 hari, dan mereka yang diatas klasifikasi 10 mendapat tambahan 6 hari. Tambahan enam hair ini adalah bagian dari Program “Rest & Relaxation.”
    Karyawan yang akan mengambil cuti akan memperoleh tunjangan cuti yang jumlahnya berbeda berdasarkan golongan dan klasifikasi yang karyawan. Karyawan Non-staff menerima biaya cuti sebesar 150% dari gaji pokok sedangkan pegawai Associate Staff dan Staff klasifikasi -7 sampai klasifikasi -10 menerima biaya cuti sebesar 200% dari gaji pokok.
    Selain tunjangan tersebut di atas karyawan juga menerima tunjangan bagi karyawan yang mengalami sakit berkepanjangan, melahirkan anak dan kematian. Tunjangan ini memberi peluang kepada karyawan yang menderita sakit berkepanjangan untuk terus mendapat gaji penuh. Selain itu sejumlah uang tunai juga diberikan ke[ada karyawan yang tidak bisa meneruskan pekerjaannya diperusahaan karena penyakit yang serius. Besarnya jumlah uang tunai yang diberikan didasarkan pada masa kerja karyawan. Tunjangan juga diberikan kepada karyawan yang meninggal dunia. Keluarga yang ditinggalkan memperoleh sejumlah uang untuk meringankan penderitaan akibat kehilangan anggota keluarga yang menjadi sunber penghasilan.

    Fasilitas
    Berbagai fasilitas disediakan perusahaan untuk kesejahteraan karyawan. Bagi karyawan yang sudah berumah tangga disediakan perumahan, sedangkan bagi karyawan yang masih lajang disediakan kamar penginapan disertai pelayanan makan dan cucian. Air dan listrik disediakan secara cuma-cuma oleh perusahaan untuk perumahan karyawan.
    Untuk memperlancar pendidikan anak para karyawan, perusahaan juga menyediakan beasiswa dan membangun sekolah TK, SD, SMP, SMA dan SLB. Beasiswa diberikan kepada anak-anak yang berprestasi. Bentuk beasiswa sangat bervariasi, mulai dari pembayaran uang sekolah sampai pemberian biaya penuh untuk sekolah di luar negeri selama 5 tahun. Selain beasiswa perusahaan juga menyediakan transportasi berupa bus untuk mengantar dan menjemput anak sekolah.
    Fasilitas kesehatan disediakan oleh perusahaan untuk dengan membuat Rumah Sakit Pusat di Rumbai dan beberapa rumah sakit pembantu di masing-masing daerah operasi (Minas, Duri, dan Dumai). Rumah sakit ini bisa digunakan oleh karyawan dan keluarganya (satu isteri dan tiga anak dibawah usia 21 tahun). Bila penyakit karyawan menuntut fasilitas kesehatan yang lebih canggih, mak perusahaan akan menyediakan biaya untuk mengirimkan karyawan atau keluarganya ke rumah sakit di Padang, Jakarta atau Singapura dengan fasilitas kelas satu.
    Fasilitas olah raga dan rekreasi disediakan perusahaan dalam berbagai bentuk antara lain staff-club, restoran, lapangan golf, bowling centers, lapangan tennis, fitness center, kolam renang, lapangan atletik, perpustakaan dan gedung bioskop. Perusahaan menyediakan biaya yang besar untuk memelihara fasilitas ini.
    Fasilitas lain yang disediakan oleh perusahaan adalah pendirian rumah ibadah (masjid, gereja) dan super market. Supermarket dikelola oleh kontraktor untuk meyediakan berbagai barang kebutuhan karyawan dengan harga yang dikontrol oleh perusahaan.

    PERMASALAHAN SUMBER DAYA MANUSIA
    Walaupun perusahaan memberikan gaji, tunjangan dan berbagai fasilitas kepada karyawan yang menurut ukuran beberapa perusahaan lain dianggap cukup istimewa namun perusahaan menghadapi permasalahan dalam pengembangan sumberdaya manusia. PT CPI menghadapi permasalahan dalam penyiapan tenaga ahli.
    Di tahun 1981 harga minyak di dunia menurun cukup drastis. Kelebihan produksi minyak di pasaran telah membuat harga turun cukup drastis dari harga di atas $25.00 per barrel menjadi di bawah $18.00 per barrel. Seiring dengan penurunan harga minyak tersebut, sejak tahun 1981 hingga saat ini karyawan yang direkrut oleh perusahaan untuk level pendidikan sarjana banyak yang pindah kerja ke perusahaan lain setelah mereka bekerja sekitar dua sampai lima tahun di perusahaan. Tampaknya PT CPI hanya dijadikan batu loncatan untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Selama kurun waktu tersebut terdapat sekitar 51.42% karyawan yang berlatar belakang sarjana berhenti bekerja dan pindah ke perusahaan lainnya. Pada umumnya karyawan yang berhenti bekerja tersebut berasal dari Pulau Jawa. Perpindahan tenaga kerja ini sangat mempengaruhi jalan operasi perusahaan.
    Perpindahan (labor turn over) yang tinggi dianggap aneh oleh perusahaan, karena pihak perusahaan telah memberikan gaji, tunjangan dan fasilitas yang baik. Namun di mata karyawan apa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan tidak memuaskan. Misalnya ada karyawan yang menuntut agar gaji karyawan yang langsung bekerja di bidang eksplorasi dan produksi diberikan dalam proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan karyawan administrasi. Selain itu adapula berbagai keluhan lain. Misalnya gaji, tunjangan dan fasilitas untuk karyawan jauh diatas apa yang diperoleh karyawan domestik, walaupun sebenarnya kemampuan dan prestasi kerja tidak begitu berbeda. Keluhan lainnya adalah perbedaan perlakuan atas karyawan yang berasal dari konsorsium Pertamina yang bekerja di PT CPI. Mereka mendapat peluang yang lebih baik untuk ikut training bagi kenaikan karir dibandingkan dengan karyawan yang bukan berasal dari konsorsium Pertamina. Selain itu sebagian karyawan merasa bahwa tunjangan hari tua yang relatif rendah. Karyawan merasa apa yang merika terima tidak sesuai dengan pengorbanan mereka yang harus bekerja di lingkungan kerja jauh dari kota besar.
    Untuk mengatasi permasalahan diatas perusahaan harus melakukan berbagai tindak korektif agar karyawan bisa bertahan di perusahaan dalam waktu yang relatif lama. Di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup pesat banyak industri baru yang muncul memperketat persaingan untuk mencari tenaga kerja yang bermutu tinggi.

  10. Posted by n.syaugi sebastian 0702010010 on Mei 10, 2010 at 3:46 am

    Puluhan ribu buruh perusahaan sepatu Nike di Indonesia hanya mendapat 2,46 dollar AS per hari (sebelum krisis moneter) dari sekitar 90-100 dollar harga sepasang sepatu Nike. Padahal dalam sehari, mereka bisa menghasilkan sekitar 100 sepatu. Sementara itu, Michael Jordan meraup 20 juta dollar AS per tahun dari iklan Nike. Sementara bos Nike, Philip H. Knight, memperoleh gaji 864.583 dollar dan bonus 787.500 dollar. Tetapi, di belakang mereka ratusan ribu buruh Nike di seluruh dunia tetap kelaparan. Oleh-oleh reporter TEMPO Interaktif, Prabandari, dari Oregon, Amerika Serikat.

    Sepatu Nike telah menjadi gaya hidup bagi kebanyakan orang di dunia. Tidak hanya di Indonesia sebagai produsen terbesar, tidak juga di Amerika Serikat (AS) sebagai pemilik asli perusahaan Nike Inc. Sepasang sepatu Nike bisa berharga lebih dari 100 dollar AS. Dengan posisi ini, Nike jelas mampu mengeruk uang dalam jumlah yang sangat besar.

    Bahkan Nike mampu membayar Michael Jordan sebesar 20 juta dollar per tahun untuk membantu menciptakan citra Nike. Demikian pula Andre Agassi yang bisa memperoleh 100 juta dollar untuk kontrak iklan selama 10 tahun. Sementara itu bos dan dedengkot Nike Inc, Philip H. Knight, mengantongi gaji dan bonus sebesar 864.583 dollar dan 787.500 dollar pada tahun 1995. Jumlah ini belum termasuk stok Nike sebesar 4,5 biliun dollar.

    Namun ternyata nasib bagus mereka tidak diikuti oleh sebagian besar mereka yang bekerja untuk Nike. Seperti digambarkan oleh Bob Herbert di The New York Times. Orang-orang semacam mereka menempati papan teratas dalam bagan yang berbentuk piramida. Sebagian kecil orang-orang Nike menempati posisi empuk dan menjadi kaya raya. Ini merupakan kebalikan dari orang-orang di bawah, yang harus bekerja membanting tulang untuk memproduksi Nike dan terus menghidupi orang semacam Knight, Agassi ataupun Michael Jordan. Kekayaan yang mereka peroleh ternyata didapat dengan menindas sekian banyak buruh di berbagai negara tempat operasi produk Nike, termasuk Indonesia. Merekalah yang menempati posisi mayoritas di papan paling bawah.

    Dari harga sepatu sekitar 100 dollar AS tersebut, hanya sekitar 2,46 dollar per hari yang disisihkan untuk buruh di Indonesia. Itupun dihitung sebelum ada krisis moneter. Sementara buruh di Vietnam hanya menerima 1 dollar.

    Kondisi inilah yang membuat masyarakat AS tidak bangga, bahkan tidak simpati terhadap Nike. Masyarakat AS pun berduyun-duyun menggelar aksi protes. Bahkan sekarang telah muncul gerakan anti-Nike. Aksi protes dan gerakan anti-Nike ini tersebar di beberapa negara bagian AS, bahkan di beberapa bagian di belahan dunia. Di Oregon, tempat kantor pusat Nike Inc, masyarakat tampak tak jenuh-jenuhnya menyatroni Nike Town di jantung kota Portland dan kantor pusat Nike di Beaverton, tak jauh dari Portland. Kota Portland yang selalu tampak adem ayem ini bisa hiruk-pikuk dengan aksi mereka. Portland adalah kota terbesar di negara bagian Oregon, meskipun bukan ibukotanya.

    Bagi sebagian besar warga Portland, mereka sudah biasa mendengar berbagai tuduhan terhadap kontraktor Nike di luar negeri ( di luar AS). Mereka dianggap tidak membayar upah buruh dengan layak. Mereka juga dituduh memaksa buruh untuk kerja lembur, mempekerjakan anak-anak, dan sering dengan seenaknya menjatuhkan hukuman ke buruh, meski hanya karena kesalahan kecil. Tetapi tuduhan-tuduhan yang sering dilontarkan lewat surat ke Nike ataupun saat demonstrasi telah berkembang tidak hanya berhenti sampai di aksi protes. Namun telah berkembang menjadi sebuah gerakan anti-Nike dengan seruan boikot terhadap produk Nike.

    Yang cukup mengejutkan adalah ketika reporter TEMPO Interaktif diberi selebaran ajakan boikot Nike oleh seorang warga Portland yang bernama David. Saat dia tahu reporter TEMPO Interaktif berasal dari Indonesia, dia langsung bercerita tentang aksi boikot terhadap Nike karena kondisi buruh Nike di Indonesia. Dia juga bercerita tentang aksi-aksi demo membela buruh Nike di Indonesia. Dalam selebaran yang diberikan David tersebut disebutkan dengan jelas keprihatinan mereka terhadap kondisi buruh Nike di Indonesia. Menurutnya, memang ada perhatian khusus terhadap para buruh di Indonesia.

    “Ini karena sebagian besar produk Nike diproduksi di Indonesia,” ujar Nancy Haque dari Portland Jobs with Justice (PJJ). Dia juga menambahkan bahwa lembaganya telah mengorganisir gerakan boikot produk Nike. Menurut Nancy, aksi boikot Nike ini dimulai beberapa bulan lalu. “Namun untuk aksi turun ke jalan, kami sudah tidak bisa dihitung lagi,” ujar Nancy. “Bahkan pada musim panas lalu, demonstrasi menentang Nike berlangsung hampir tiap minggu,” lanjutnya.

    Ucapan senada juga muncul dari David, yang penulis temui sebelum berbicara dengan Nancy. Menurutnya, hampir setiap hari Sabtu di musim panas selalu terjadi aksi demo di depan Nike Town. Nike Town yang letaknya tidak jauh dari sebuah taman kota yang cukup luas tersebut memang membuat mudah orang untuk tergabung dalam aksi itu. David juga mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan dan upaya membantu para buruh Nike di Indonesia.

    Ada beberapa aksi yang cukup besar, jelas Nancy, yaitu aksi yang digelar tanggal 1 Mei yang diikuti sekitar 250 orang, aksi tanggal 4 Oktober yang melibatkan sekitar 300 orang, dan aksi terakhir yang digelar tanggal 18 Oktober, yang melibatkan sekitar 70 warga. Portland Jobs with Justice tidak sendirian. Dia bekerja sama dengan organisasi-organisasi buruh dan Lembaga Swadaya Masyarakat lain, seperti Global Exchange atau pun National Organization of Women.

    Mereka bersama-sama menuntut Nike untuk memperbaiki kondisi buruhnya, dengan membayar upah sesuai dengan kebutuhan hidup mereka dan tidak memaksa buruh untuk bekerja lembur. Selain itu, menurut Nancy, para demonstran juga menuntut agar Nike menghormati hak-hak buruh untuk berorganisasi. “Yang tak kalah pentingnya adalah agar Nike mengijinkan adanya pengawasan independen akan fasilitas-fasilitas produksi mereka” lanjut Nancy.

    Aksi keprihatinan terhadap buruh di Nike, terutama di Indonesia ini ternyata tidak hanya berlangsung di Portland. Di kota-kota lain seperti San Fransisco, Manhattan dan Tallahasse, banyak warga yang juga menggelar aksi serupa.

    Pada tanggal 25 Oktober, para mahasiswa Florida State University di Tallahessee, yang terkenal sebagai kampus yang hanya kenal minuman keras dan sepak bola – tim sepakbola di sini menempati urutan ketiga di seluruh AS – juga menggelar aksi Anti-Nike. Pada saat itu bersamaan dengan pertandiangan sepakbola FSU-Georgia Tech. Para mahasiswa pelaku unjuk rasa memasuki tempat khusus presiden universitas dan menyerahkan pamflet anti-Nike. Sementara pada saat istirahat tengah pertandingan, para aktivis menggelar spanduk besar sepanjang 80.000 kursi di tribun stadion paling atas. Spanduk tersebut berbunyi “No Nike at FSU (Tidak ada Nike di FSU)”. Para aktivis ini menuntut pemerintah untuk membatalkan kontrak sebesar 3,5 juta dollar dengan Nike untuk program atletik di FSU selama lima tahun. Mereka mengatakan bahwa kampus mereka tidak seharusnya melakukan bisnis dengan perusahaan yang mengeksploitasi buruh di negara-negara dunia ketiga.

    Gerakan mahasiswa FSU ini merupakan sebagian kecil dari gerakan anti-Nike di kalangan kampus. Gerakan anti-Nike juga terjadi di kampus Penn State University dan University of North Carolina

    Sebenarnya gerakan anti-Nike di kampus-kampus bukan semata keprihatinan mereka terhadap nasib buruk para buruh di Asia. Tetapi juga karena keprihatinan mereka atas komersialisme Nike dan pengaruh mendalam dalam budaya kampus. “Semua atlet Penn State menggunakan semua produk Nike,” ujar Adam Black, aktivis anti-Nike di kampus Penn State University. “Seperti ada seragam Nike. Perlengkapan pelatih, topi, T-shirt, celana olah raga, semua produk Nike. Di mana -mana ada Swoosh (lambang Nike). Universitas telah menjual jiwanya ke Nike,” lanjutnya.

    Heboh Nike ini juga mengundang suara keprihatinan dari anggota Konggres. Sekitar akhir September, sebuah surat yang ditandatangani 41 anggota House of Representative melayang ke meja Phil Knight, CEO dan pendiri Nike Inc. “Kami sangat malu bahwa perusahaan seperti Nike, yang berkantor pusat di AS, bisa terlibat langsung dalam eksploitasi yang cukup bengis terhadap ratusan ribu buruh di negara-negara Dunia Ketiga,” demikan dinyatakan dalam surat tersebut. “Ini tidak bisa diterima,” lanjut mereka.

    Pada pekan yang sama, saat surat terhadap Nike mulai berputar di antara anggota Konggres, penulis novel Alice Walker dan sebuah koalis organisasi perempuan, termasuk NOW, the Ms. Foundation dan the Feminist Majority menyelenggarakan konferensi pers, tak jauh dari Capitol, kantor para anggota Konggres. Mereka mengecam Nike atas perlakuan buruknya terhadap para buruh perempuan di Asia.

  11. Posted by galang anjas s (0702010035) on Mei 12, 2010 at 3:58 am

    Japan airlines PHK 6800 mulai 2010

    Japan Airlines Corp, maskapai dengan utang terbesar di seluruh Asia, akan memangkas karyawan sebanyak 6.800 orang, 14% dari total tenaga kerja, sampai 2011. Aksi ini menyusul pemangkasan rute penerbangan terbesar dalam sejarah.

    Presiden Haruka Nishimatsu menyatakan pengurangan karyawan akan dimulai tahun ini, di dalamnya termasuk pensiun dini.

    Perusahaan penerbangan yang telah menerima bailout pemerintah sebanyak tiga kali sejak 2001, berniat merampungkan pembicaraan dengan maskapai penerbangan asing pada pertengahan Oktober. Nishimatsu menjelaskan hal itu tanpa merinci investor yang dimaksudkan.

    Maskapai ini mengalami kerugian sebesar 99 miliar yen (US$ 1,1 miliar) selama kuartal I, terbesar setidaknya dalam enam tahun. Hal itu disebabkan merosotnya bisnis akibat resesi terburuk setelah perang dunia II.

    “Mereka melakukan tindakan yang seharusnya diterapkan lima tahun lalu,” kata Edwin Merner, presiden Atlantis Investment Research Corp di Tokyo.

    Data Bloomberg menyebutkan, Japan Air memiliki 48.790 karyawan per 30 Juni 2009. Perusahaan memproyeksi kerugian tahunan mencapai 63 miliar yen.

    Menurut Hirotaka Yamauchi, anggota tim restrukturisasi pemerintah, mengungkapkan Delta Air Lines Inc dan American Airlines, anak usaha AMR Corp, berminat untuk membeli saham Japan Air. Sementara, pihak Korean Air Lines Co membantah akan membeli saham JAL.

  12. Posted by Zulhikmah Ana .P (0702010033) on Mei 15, 2010 at 12:11 pm

    “Recall” Toyota di Amerika Serikat karena Konflik Kepentingan?

    WASHINGTON, KOMPAS.com_ Isu recall 18 juta unit Toyota secara global dan menjelang dengar pendapat antara Presiden Toyota Motor Corporation Akio Toyoda dan Kongres Amerika Serikat, Rabu (24/2/2010), makin menghangat. Kini9, hal itu malah berkembang keranah politik. Sebuah analisis menunjukan bahwa recall tersebut sengaja dimunculkan karena ada “konflik kepentingan”. Dalam hal ini, lembaga yang sangat bertanggung jawab adalah National Higyhyway Traffic Safety Administration (NTHSA).

    IKarena recall, beberapa pabrik Toyota di Amerika Serikat menghentikan produksinya. Seperti dilansir Bloobers,empat gubernur dari negara bagian Kentucky, Indiana,Missisippi,dan Alabama_pabrik Toyota berdiri di empat wilayah itu_menilai pemerintah federal punya “konflik kepentingan” dalam masalah recall Toyota.

    muncul kritik yang cukup pedas dari harian The Washington Examiner yang terbit di Washington. Menulis di media cetak bahwa pembantu Obama yang menangani masalah industri otomotif tak ubahnya “Gangster Goverment”.

    Berbagai bukti kecurigaan dukungan pemerintah untuk melemahkan Toyota di Amarika Serikat juga diperlihatkan melalui demo para anggota International Brotherhood of Teamsters dan UAW pada 27 januari lalu di depan kedutaan besar Jepangh di Washington. Para demonstran mengecap Toyota “ancaman bagi Amerika”. Mereka menuduh, Toyota mengambil uang Amerika pada program diskon cash for clunkers dengan menjual mobil rusak.

  13. AKSI MOGOK DI BANK HONGKONG BERBUNTUT PHK

    Manajemen Hongkong Bank merumahkan 189 karyawannya. Tindakan ini
    dinilai Depnaker tidak sah. Namun, mengapa Hongkong Bank tetap
    melarang 189 karyawannya masuk kerja?
    _________________________________________________________________

    Kisruh di Hongkong Bank mencapai puncaknya. Pekan lalu (29 April),
    pihak manajemen bank asing itu mengambil tindakan pemutusan hubungan
    kerja (PHK) sepihak manajemen bank asing itu mengambil tindakan
    pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 189 karyawannya.
    “Dengan sangat menyesal kami menerima pengunduran diri para karyawan
    tersebut,” ungkap Leila Djafaar, manajer humas Hongkong Bank.

    Pengunduran diri? Setidaknya begitulah penilaian pihak manajemen
    perusahaan akibat tindakan yang dilakukan oleh para karyawan kantor
    pusat Hongkong Bank. Ke-189 orang itu dianggap mangkir kerja selama
    lima hari berturut-turut tanpa pemberitahuan kepada perusahaan. Sesuai
    peraturan perusahaan, papar Leila, karyawan yang bersangkutan dianggap
    mengundurkan diri. Alasan itulah yang mendasari tindakan PHK massal
    tersebut.

    Soal mangkirnya para karyawan itu bukan tanpa sebab. Yang menjadi
    pokok masalah adalah kesepakatan kerja bersama (KKB). Pihak SPSI unit
    Hongkong Bank, akhir 1995, meminta kepada manajemen perusahaan agar
    memperbarui KKB yang dianggap sudah tak sesuai lagi.

    Ada 12 bahasan yang diajukan pihak SPSI untuk KKB yang baru. Di
    antaranya adalah hak cuti 30 hari untuk setiap masa kerja kelipatan
    lima tahun. Juga pesangon Rp230 juta bagi karyawan yang di-PHK
    ditambah dengan penghapusan utang yang bersangkutan pada perusahaan.

    Namun, perundingan antara SPSI dan manajemen perusahaan tak berjalan
    mulus. Hingga masuk tahun 1996, perundingan tetap tak membuahkan kata
    mufakat. Itu pula yang kemudian memicu terjadinya unjuk rasa karyawan
    Hongkong Bank pusat, yang dimulai sejak Januari lalu. Aksi unjuk rasa
    itu berlangsung unik, dengan cara menggantungkan poster di badan
    selagi melakukan aktivitas rutin kantor.

    Meski unjuk rasa terhitung gencar–digelar berkali-kali sepanjang
    Januari hingga Maret–perundingan soal KKB tetap buntu. Maka
    meledaklah kekisruhan itu. Pertengahan bulan lalu (17 April), sejumlah
    karyawan melakukan aksi mogok kerja. Mereka hanya bergerombol atau
    duduk-duduk di sekitar kantor. “Ini dilakukan karena pihak manajemen
    terkesan tak berniat menuntaskan perundingan,” sergah Ugianto, ketua
    SPSI unit Hongkong Bank. Aksi yang dimaksudkan untuk menekan pihak
    manajemen ternyata berbuah lain. Yang muncul malah keputusan PHK atas
    189 orang karyawan–termasuk Ugianto–yang semuanya anggota SPSI unit
    Hongkong Bank kantor pusat Jakarta. Pihak manajemen juga menilai, aksi
    mogok yang dilakukan sejumlah karyawannya itu tak melalui prosedur.

    Aksi itu tak mendapat izin dari Depnaker. “Memang mereka minta izin,
    tapi ditolak,” kata Leila. Namun, tak demikian halnya menurut Ugianto.
    Menurut dia, pemogokan boleh dilakukan setelah sebelumnya memberi tahu
    Depnaker. “Memberitahukan bukan berarti harus ada izin dari Depnaker,”
    ungkap Ugianto.

    Pihak Depnaker sendiri menganggap PHK yang dilakukan manajemen
    Hongkong Bank itu harus dibatalkan. “Tindakan itu tidak sah,” kata
    Suwarto, dirjen Binawas Depnaker. Begitu pula pendapat kepala
    Kepaniteraan P4P, I Wayan Nedeng. Persoalannya, kata Suwarto, PHK itu
    belum mendapat izin dari P4P (Panitia Penyelesaian Perselisihan
    Perburuhan Pusat). Itu berarti, karyawan yang bersangkutan tetap harus
    mendapat hak seperti biasa. Cuma kenyataannya, seperti yang dituturkan
    Ugianto, mereka yang di-PHK ini tak diperbolehkan masuk kerja lagi.
    “Kami siap bekerja seperti semula.

    Cuma, kami dihalang-halangi masuk kantor,” tukas Ugianto. Ia menuduh
    manajemen Hongkong Bank melecehkan peraturan ketenagakerjaan yang
    berlaku di Indonesia. “Mudah kok melihat indikasinya. Masak kami
    disuruh keluar dari SPSI,” ungkapnya.

    Tuduhan Ugianto mungkin ada benarnya. I Nyoman Moena, ketua Dewan
    Pembina Perbanas, menyebut asas musyawarah untuk mufakat tak
    diterapkan di Hongkong Bank. “Ini berarti tak sesuai dengan Hubungan
    Industrial Pancasila (HIP),” kata Moena. Padahal, asas itulah yang
    berlaku untuk hubungan kerja di Indonesia.

    Bisa jadi, kata Moena, ini cermin kegagalan pemerintah dalam
    menanamkan HIP pada perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. “Padahal
    itu (HIP, Red.) sejalan dengan asas nondiskriminatif dari WTO,”
    katanya lagi. Dalam asas itu, setiap perusahaan asing harus
    menyesuaikan diri dengan aturan lokal. “Termasuk di Indonesia, mereka
    harus mau menyesuaikan dengan HIP,” tegas Moena.

    Padahal, menurut Moena, HIP itu sebenarnya bisa diberlakukan. Dia
    menunjuk beberapa contoh bank dan perusahaan asing lainnya yang ada di
    Indonesia. “Umumnya, mereka sudah memiliki forum dialog antara
    perusahaan, karyawan, dan pemerintah. Mengapa Hongkong Bank tidak?”

    Oleh karena itu, kesimpangsiuran PHK di kantor pusat Hongkong Bank pun
    belum sampai ke titik temu. Sebab, meski mengaku masih menunggu
    keputusan dari P4P, manajemen Hongkong Bank tetap melarang ke-189
    karyawan itu masuk kerja. “Mereka sudah dianggap mengundurkan diri,”
    tegas Leila.

    Sementara itu, wakil rakyat dan Wakil Ketua Fraksi ABRI Oedidyanto
    Hadi Soedarmo menanggapi masalah ini dengan mengatakan bahwa awal
    bulan ini pihaknya akan segera mengundang manajemen Hongkong Bank guna
    mencari pemecahan sebaik mungkin.
    ________________________________________

  14. Posted by Nur.Rohmiyati (0702010018) on Mei 18, 2010 at 7:23 am

    Kasus SDM PT. SMT INDONESIA
    Posted on Desember 17, 2008 by defrimardinsyah

    PT. SMT Indonesia adalah merupakan perusahaan penanaman modal Asing (PMA) yang berkantor pusat di AKITA-Jepang sebagai cabang dari Nippon SMT Co. Ltd yang telah berdiri dan beroperasi sejak Agustus tahun 1996 yang berlokasi di Batamindo Industrial Park (BIP-Batam Island. Dan kemudian pada bulan maret tahun 1999 pindah beroperasi di kawasan Industri EJIP (East Jakarta Industrial Park) Plot 5C-2 Cikarang selatan Bekasi.

    PT. SMT Indonesia mempunyai luas area 12.943 m² dengan luas pabrik 9,708 m² yang terdiri dari 18 Automated Mounting process, 15 Automated insertion process dan 26 Asembly line dengan jumlah karyawan sebanyak 1329 orang dengan kapasitas produksi sebanyak 11 juta pcb pertahun.

    Perbandingan karyawan antara laki-laki dengan perempuan terdiri dari 10,93 % laki-laki dan 89,07 % perempuan. PT SMT Indonesia mempekerjakan karyawannya dengan sistem permanen dan kontrak. Dimana jumlah karyawan permanen sebanyak 345 orang atau 27,73 % dan karyawan kontrak sebanyak 899 orang atau 72,27% berdasarkan data bulan juni 2005.

    PT. SMT Indonesia bergerak dibidang perakitan komponen elektronika yaitu printed circuit board assembly dan electrical parts assembly dimana main customernya adalah Epson. Toshiba, Sanyo, Yamaha musik, TOA dan Sanken. Perusahaan ini sudah menerapkan ISO 9001:2000 sampai sekarang karena dari pihak manajemen menganggap bahwa dengan sertifikasi ISO 9001:2000 berarti memberikan jaminan kualitas kepada customer atas produk yang dihasilkan dan juga sebagai persyaratan untuk memasuk pasar global.

    Manajemen Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen yang meliputi segi-segi perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam fungsi / bidang produksi, pemasaran, keuangan maupun kepegawaian. Karena sumber daya manusia dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, permasalahan yang dihadapi manajemen bukan hanya terdapa pada bahan mentah, alat-alat kejra, mesin-mesin produksi, uang dan lingkungan kerja saja, tetapi juga menyangkut karyawan (sumber daya manusia) yang mengelola faktor-fakor produksi lainnya.

    Namun perlu diingat bahwa sumber day manusia sebagai faktor produksi seperti halnya faktor produksi lainnya, merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (out put). Penanganan semua persoalan tersebut tergantung pada tingkat kesadaran manajemen terhadap pentingnya sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan perusahaan.

    Alasan Utama peran SDM begitu penting bagi perusahaan terutama karena peran strategis SDM sebagai pelaksana dari fungsi-fungsi perusahaan yaitu perencanaan, pengorganisasian, manajemen staffing, pengendalian dan pengawasan serta pelaksana operasional perusahaan seperti pemasaran, produksi, keuangan dan administrasi. Lebih jelas lagi kegiatan SDM yang spesifik dari masing-masing fungsi manajemen tersebut yaitu :

    1. Perencanaan : menentukan tujuan dan standard, menentukan sistem dan prosedur, menentukan proyeksi untuk masa depan.

    2. Pengorganisasian : Memberikan tugas kepada setiap SDM membangun divisi/ departemen, mendelegasikan wewenang pada SDM, menetapkan analisis pekerjaan atau analisis jabatan, membangun komunikasi, mengkoordinasikan kerja antara atasan dan bawahan.

    3. Manajemen Staf : Menetapkan jenis atau type SDM yang akan dipekerjakan, merekrut calon karyawan, mengevaluasi kinerja, mengembangkan karyawan, melatih dan mendidik karyawan.

    4. Kepemimpinan : mengupayakan agar orang lain dapat menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, meningkatkan semangat kerja memotivasi kerja karyawan.

    5. Pengendalian : menetapkan standar pencapaian hasil kerja, standar mutu melakukan review atas hasil kerja, melakukan tindakan perbaikan sesuai dengan kebutuhan.

    6. Pengawasan : melakukan audit terhadap kemungkinan adanya ketidak cocokan dalam pelaksanaan ataupun system prosedur yang berlaku. Sehingga tidak menimbulkan resiko yang tidak baik bagi perusahaan dimasa depan.

  15. Di Mana Saja, Kapan Saja:
    Bermasalah Coca Cola dan Pepsi diharamkan untuk diperjualbelikan di Negara Bagian Kerala, India. Penyebabnya, kedua produk minuman ringan itu ditengarai mengandung pestisida. Dalam tujuh tahun terakhir, Coca Cola sudah menghadapi delapan masalah serupa tapi tak sama.

    COCA COLA seolah ditakdirkan untuk terus dirundung masalah. Produsen minuman ringan yang juga dikenal sebagai salah satu ikon bisnis Amerika Serikat itu, dilarang berjualan di salah satu negara bagian India, Kerala. Bersama Pepsi, kompetitor utamanya, Coca Cola dilaporkan mengandung pestisida. “Langkah itu diambil karena kedua minuman itu sangat berisiko bagi kesehatan,” demikian pernyataan resmi pemerintah Negara Bagian Kerala, Rabu dua pekan lalu seperti dikutip BBC News. Pestisida selama ini dipercaya dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf danmenimbulkan kanker paru-paru.Betul, baik Coca Cola maupun Pepsi segera membantah pernyataan pemerintah Negara Bagian Kerala tadi. Mereka menyatakan produknya aman untuk dikonsumsi. “Produk minuman kami juga telah memenuhi standar keamanan internasional,” sahut kedua produsen yang mendadak kompak itu. Langkah Coca Cola dan Pepsi diikuti oleh Asosiasi Produsen Minuman Ringan India.
    “Produk-produk minuman yang dibuat di India benar-benar aman dan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh badan kesehatan makanan dan minuman India ataupun seluruh dunia,” demikian pernyataan asosiasi itu. Rasa was-was kadung menjalar ke lima negara bagian India lainnya. Di negara-negara bagian itu, Coca Cola dan Pepsi haram diperjualbelikan di sekolah, kampus, dan rumah sakit. Maklum, ini bukan kali pertama India dihebohkan oleh isu pestisida dalam produk Coca Cola dan Pepsi. Tiga tahun lalu, akibat isu serupa, Parlemen India sampai-sampai melansir rekomendasi agar Negeri Hindustan membuat standar kemurnian untuk minuman ringan. Toh hingga kini pemerintah India tak menindaklanjuti rekomendasi itu. Bukan apa-apa, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukannya, pemerintah India menyatakan produk minuman dari Negeri Paman Sam itu aman dikonsumsi.

    “Temuan yang menyebutkan kedua produk minuman itu berbahaya adalah salah,” begitu keterangan resmi pemerintah India kala itu. “Laporan tersebut terlalu berlebihan,” kata Menteri Kesehatan Sushma Swaraj di hadapanparlemen. Adalah LSM Centre for Science and Environment (CSE) yang merilis bahwa kedua produk penawar dahaga made in USA itu mengandung racun berbahaya. LSM tersebut mendasarkan laporannya pada tes terhadap sampel minuman yang diselenggarakan di 12 negara bagian. Direktur CSE, Sunita Narain, mengungkapkan kandungan pestisida yang didapatkan dalam produk Pepsi 30 kali lebih banyak dari temuan tahun 2003. Sedangkan kandungan sejenis yang ditemukan pada Coca Cola mengandung 25 kali lebih banyak dari tiga tahun silam. LSM yang berbasis di Delhi itu lantas meminta mahkamah agung negara tersebut untuk memerintahkan Coca Cola dan Pepsi menyampaikan kandungan berbahaya dalam setiap botol minumannya. Gayung pun bersambut. Lembaga peradilan tertinggi memberi waktu empatminggu bagi kedua produsen untuk memenuhi tuntutan LSM tadi. Kredibilitas CSE memang tak perlu diragukan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, badan non-pemerintah itu sukses memaksa pemerintah untuk mengikuti kehendaknya. Sebut saja desakan agar Pemerintah Kota Delhi memerintahkan bus kota untuk menggunakan gas alam yang ramah lingkungan. “Laboratorium milik CSE jauh lebih kredibel dibandingkan yang dipunyai pemerintah,” ujar ahli keamanan pangan, Devinder Sharma. “Laboratorium CSE merupakan yang paling lengkap untuk melakukan penelitian,” timpal pengacara khusus lingkungan hidup, Vipin Matthew Benjamin. Dengan terulangnya penemuan itu, pemerintah India agaknya tak bisa lagi “membela” kepentingan Coca Cola dan Pepsi. Akibat isu terakhir ini, sejumlah wakil rakyat melakukan mogok menuntut pelarangan penjualan kedua produk minuman ringan itu di seantero India. Sejauh ini, Biro Standardisasi India baru mengeluarkan standar kandungan pestisida untuk minuman air putih. Baik CSE maupun para anggota parle- HAMPIR TIAP TAHUN DITIMPA MASALAH men yang “mbalelo” jelas tak bisa diabaikan begitu saja.

    Apalagi, baru-baru ini Coca Cola juga menghadapi masalah serupa tapi tak sama di Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itu, anak perusahaan Coca Cola menarik sebanyak 2,37 juta botol yang diduga tercampur bubuk besi. BERAT BADAN TURUN, RAMBUT RONTOK Bagaimana di negeri kita? Aha, beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan gugatan yang dilancarkan seorang ekspatriat asal Jepang terhadap Coca Cola (TRUST No. 27, Tahun 11/2004). Takasu Masaharu, si ekspatriat itu, meradang lantaran tenggorokan dan dadanya terbakar setelah meminum Coca-Cola. Rupanya, di botol itu ia menemukan potongan obat nyamuk bakar. Tak lama kemudian berat badannya anjlok 15 kilogram.Rambutnya rontok. Ia pun menuntut ganti rugi Rp 60 miliar. Memang pada akhirnya pengadilan menolak gugatan Takasu. Januari tahun lalu, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan Takasu. Alasannya, ujar ketuamajelis hakim, Soedarto, “Penggugat tidak mampu membuktikan adanya peristiwa keracunan obat nyamuk akibat meminum Coca Cola.” Di mata hakim, visum hasil pemeriksaan yang disodorkan Takasu tak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Takasu tak menyerah. Melalui pengacara, Ike Farida, ia menyatakan banding. Cukup? Masih banyak lagi. Di Inggris, dua tahun lampau, Coca Cola yang meluncurkan produk air mineral dengan merek Dasani juga membentur masalah.

    Masuknya Dasani ke Inggris dimaksudkan untuk menantang keperkasaan Danone dan Nestle, yang masing-masing menguasai 36% dan 14% pangsa pasar. Sekadar Informasi, masuknya Coca- Cola ke bisnis air mineral disebabkan pasar minuman bersoda Coca-Cola di Amerika Serikat telah lama terlampaui oleh Pepsi Cola. Terobosan itu sia-sia belaka. Media massa di Inggris berhasil mencium bahwa produk air mineral Coca-Cola tersebut sebetulnya bukan berasal dari sumber mata air alami. Dasani ternyata berasal dari air leding biasa. Ini kontradiktif dengan klaim pihak Coca-Cola sebelumnya, bahwa Dasani dibuat melalui berbagai metode purifikasi yang rumit sehingga menghasilkanair mineral terbaik dan termurni.

    Media di Inggris pun mengolok-olok Coca-Cola. “Real thing or rip-off” bunyi judul hatian Evening Standar. Sementara itu, Daily Mail memunculkan judul “Eau de Sidcup” sebagai sindiran. Sidcup adalah nama daerah di pinggiran London tempat Coca- Cola mengambil air leding untuk dibuat menjadi Dasani. Media lain mengejek Dasani sebagai “Not so pure water”.

    Apa yang terjadi di Inggris segera mengingatkan publik Eropa akan peristiwa tujuh tahun silam. Ketika itu, sekitar 300 j u ta botol Coca-Cola terpaksa ditarik dari pasar Prancis dan Belgia. Kala itu, sebanyak 26 murid dari sebuah sekolah di Belgia jatuh sakit secara bersamaan setelah mengonsumsi Coca- Cola dalam botol. Mereka umumnya mengalami gejala sakit kepala, keletihan, sakit perut, dan mualmual. Mereka segera dibawa dengan ambulans ke rumah sakit dan 18 di antaranya terpaksa menjalani rawat inap untuk dilakukan observasi. Selama dua hari berikutnya, beberapa anak lain dari sekolah yang sama kembali harus masuk rumah sakit. Pada 9 Juni malam, Coca-Cola terpaksa menarik seluruh produk mereka (termasuk Fanta, Sprite, dan sebagainya) dari pasar Belgia. Karena kejadian itu ternyata menyebar ke Prancis, Coca-Cola terpaksa juga menarik produkproduknya dari pasar Negeri Anggur itu. Menurut catatan terakhir, tak kurang dari 200 orang telah menjadi korban keracunan Coca-Cola di Belgia ataupun Prancis.

  16. Posted by windu Winarsih (0702010013) on Mei 21, 2010 at 1:13 pm

    Pengabdiaan Yang Berujung PHK, Kasus PHK Karyawan Securicor (238 Orang)

    Setiap individu memiliki kewajiban danm hak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai manjusia yang dituntut untuk mengolah dan menata kehidupan yang bermatabat dan layak. Maka dalam hal ini bahwa setiap individu untuk selalu menjalankan aktivitas dengan bekerja kepada berbagai sektor kehidupan, dan salah satunya adalah bekerja sebagai karyawan buruh.

    Berawal p-ada tanggal 19 Juli 2004 lahirlah sebuah merger antara Group Flack dengan securicor international ditingkat Internasional. Terkait dengan adanya merger di tingfkat Internasional, maka para karyawan PT.Securicor yang diwakili oleh SPSI mengadakan pertemuan dengan pihak manajemen guna untuk membicarakan status mereka terkait dengan merger ditingkat Internasional tersebut. Akan tetapi pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi apapun, dan justru karyawan PT.Securicor yang semkin bingung dengan status mereka. Bahwa kemudian, presiden direktur PT.Securicor Indonesia , Bill Thomas mengeluarkan pengumuman bahwa PHK mulai terjadi, sehingga difisi PGA dan ES telah menjadi imbasnya, yang lebih ironisnya adalah ketua serikat pekerja securicor cabang Surabaya di PHK karena alasan p0erampingan yang dikarenakan adanya merger di tingkat INternasional. Yang memutuskan rapat itu adalah Branch menejer Surabaya.

  17. Posted by Wibowo.Sabdo.Aji (0902010026) on Mei 22, 2010 at 6:37 am

    “TERIMA TELEPON DISKRIMINASI,PEGAWAI DI PECAT”
    OKLAHOMA, AS (Berita Suara Media) – Cabang dari CAIR Oklahoma, hari ini meminta permintaan maaf untuk seorang pegawai Muslim dari Sprint yang dipecat dari pekerjaannya setelah menerima sebuah telepon bernada kebencian.
    Pada hari Sabtu 26 September, seorang pegawai Customer Service Muslim di Oklahoma City menjawab sebuah panggilan telepon ke Sprint di mana ketika pelanggan itu bertanya tentang nama dan apakah si Customer Service itu adalah Muslim. Setelah diberi tahu bahwa pegawai Sprint itu adalah seorang Muslim, si pelanggan itu dengan segera berkata “Saya tidak ingin berbicara dengan anda. Anda pergi saja ke neraka.” Pegawai Muslim itu pun menutup teleponnya lalu melaporkan kepada supervisornya mengenai kejadian tersebut.
    Seminggu setelah menerima telepon tersebut, pegawai Muslim itu telah diberhentikan dari pekerjaannya tanpa pemberitahuan sebelumnya karena ia menutup telepon dari pelanggan. Sprint mengatakan bahwa mereka memiliki kebijakan yang mana pegawai tidak diperbolehkan untuk menutup telepon dari pelanggan dalam bawah keadaan apapun.
    “Ini adalah sikap yang sungguh rendah bahwa Sprint memecat seorang karyawan hanya karena bereaksi seperti orang lain ketika menerima panggilan bernada kebencian,” kata Direktur Eksekutif CAIR-OK Razi Hashmi. “Kami meminta agar Sprint meninjau ulang kebijakan mereka atas telepon yang berdasarkan bias dan termotivasi kebencian untuk mengeluarkan sebuah permintaan maaf untuk karyawan Muslim.”Hashmi mencatat bahwa kasus serupa di mana seorang manajer restoran Arab-Amerika dilecehkan oleh pelanggan karena etnisitas diselesaikan untuk $ 165.000 pada tahun 2008. Dalam hal ini, Equal Employment Opportunity Commission (EEOC) AS menyatakan: “Pelanggan tidak selalu benar. Apakah yang dilakukan oleh pelanggan, rekan kerja, atau manajemen, penghinaan yang merendahkan yang menargetkan asal-usul kebangsaan pekerja sama sekali tidak dapat diterima. Hukum mengharuskan manajemen untuk mengambil langkah dan mencegah hal ini terjadi.”CAIR menawarkan sebuah buklet, “An Employer’s Guide to Islamic Religious Practices,” yang dirancang untuk membantu mencegah insiden seperti itu.
    Pada bulan Juli, retailer raksasa AS, Wal-Mart, kembali mempekerjakan seorang karyawan Muslim yang tidak lama lalu dipecatnya karena sholat pada jam istirahat. Kini perusahaan tersebut mengakomodasi hak pekerja tersebut untuk menunaikan sholat di tempat kerjanya.
    CAIR di kota itu mengumumkan pada hari Senin bahwa Wal-Mart setuju untuk mengakomodasi setelah CAIR mengintervensi atas nama karyawan yang diberhentikan dari pekerjaannya di bidang bongkar muat di toko Woodbury, Abdi Abdi.
    CAIR mengatakan Abdi, yang telah mengabdi kepada Wal-Mart selama empat tahun, diberhentikan karena melanggar larangan pengawas yang baru untuk tidak melaksanakan sholat di jam istirahat. Sedangkan pengawas sebelumnya mengijinkan ia untuk sholat.
    Berangkat dari kasus tersebut Cabang Minnesota dari Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengadakan workshop yang mengajarkan para pemilik perusaha bagaimana cara untuk mengakomodasi pegawai Muslim mereka.
    Lokakarya “Positive Interactions” diadakan tiap Selasa pagi di Hamline University. Tujuannya adalah untuk memberikan manajer pengetahuan dasar tentang Islam, sekaligus tentang cara bagaimana mengakomodasi pelaksanaan ibadah yang diperbolehkan di bawah hukum negara dan federal.
    Pada bulan April, seorang hakim federal memberikan persetujuannya agar Gold’n Plump Inc. dan sebuah agen pekerja membayar $ 1.35 juta untuk menyelsaikan tuntutan hukum atas tuduhan diskriminasi agama terhadap Muslim di lokasi pemrosesan ayam di Cold Spring. Beberapa Muslim Somalia mengklaim perusahaan Gold’n Plump yang berbasis di St. Cloud melanggar hak relijius mereka dengan tidak mengijinkan mereka melaksanakan sholat di jam-jam kerja. (iw/pn/sm)

  18. Posted by n.syaugi sebastian 0702010010 on Juni 8, 2010 at 6:35 pm

    Penyiksaan Buruh Marak di Pabrik Nike
    * Nike Berjanji Akan Perbaiki

    Penyiksaan dan perlakuan tidak sewajarnya dialami sebagian besar buruh
    kontrak yang bekerja di sembilan pabrik subkontraktor sepatu terkenal
    Nike di Indonesia. Sejumlah 30 persen pekerja mengaku pernah
    menyaksikan atau mengalami pelecehan atau penyiksaan, baik secara
    verbal maupun fisik, termasuk pelecehan seksual.

    Para buruh umumnya juga tidak mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan
    yang memadai dan sering dipaksa untuk lembur. Bahkan, dalam beberapa
    kasus, buruh harus pingsan dulu sebelum diizinkan oleh penyelia atau
    manajer mereka untuk dibawa ke klinik.

    Demikian terungkap dari laporan setebal 104 halaman mengenai situasi
    kerja di kesembilan pabrik, yang dilakukan oleh organisasi nirlaba,
    Global Alliance for Workers and Communities, yang berbasis di
    Baltimore, Maryland, AS, dan dipublikasikan, Kamis (22/2). Laporan itu
    sendiri disusun berdasarkan hasil wawancara dengan 4.450 dari sekitar
    115.000 buruh yang kini bekerja di sembilan pabrik Nike di Indonesia.

    Global Alliance yang dibentuk tahun 1999 merupakan konsorsium yang
    terdiri dari organisasi publik, swasta, dan nirlaba, termasuk Nike dan
    Bank Dunia, dan dirancang untuk meningkatkan kesempatan bagi para
    pekerja pabrik. Studi komprehensif terhadap situasi kerja di sembilan
    pabrik di Indonesia itu dibiayai oleh Nike.

    Sejumlah 30 persen buruh mengaku pernah mengalami perlakuan menyimpang
    secara verbal. Sejumlah delapan persen melaporkan pernah menerima
    lontaran komentar yang bernada seksual atau pelecehan seksual secara
    verbal yang tidak mereka sukai. Hampir 2,5 persen buruh bahkan mengaku
    pernah mengalami pelecehan seksual secara fisik, dalam bentuk
    sentuhan.

    Sejumlah buruh juga mengaku pernah memperoleh tawaran hubungan seks
    dengan iming-iming akan dipekerjakan di dua pabrik oleh penyelia atau
    manajer mereka. Selain itu, antara satu hingga 14 persen buruh di
    sembilan pabrik melaporkan pernah mengalami siksaan fisik dari
    penyelia (line supervisor) atau manajer pabrik.

    Menurut Pimpinan Dewan Operasi Global Alliance Rick Little, 85 persen
    pekerja Nike di Indonesia adalah perempuan muda dengan usia rata-rata
    23 tahun. Sekitar 40 persen pekerja tersebut berstatus menikah dan
    hampir separuhnya telah menyelesaikan sekolah lanjutan atas.

    Keluhan upah

    Dari penelitian ini juga diketahui bahwa 45 persen dari pekerja tidak
    puas terhadap fasilitas kesehatan yang tersedia di pabrik. Banyak dari
    mereka mengaku sulit memperoleh cuti sakit atau fasilitas pelayanan
    kesehatan.

    Sejumlah 96 persen buruh mengaku, meskipun upah mereka di atas tingkat
    upah minimum regional (UMR), upah tersebut tetap saja tidak bisa
    menutup biaya hidup mereka yang terus meningkat. Para buruh ini
    umumnya menginginkan perbaikan upah dan makanan.

    Sejumlah 95 persen pekerja juga menyatakan minat untuk belajar
    bagaimana melakukan perencanaan masa depan, dan 87 persen mengharapkan
    anak-anak mereka nanti bisa menikmati akses pendidikan hingga
    perguruan tinggi. Meskipun demikian, dari penelitian diperoleh juga
    sejumlah informasi positif mengenai hubungan kerja dan fasilitas di
    pabrik.

    Janji perbaiki

    Rick Little menilai pengakuan para buruh tersebut “sangat mengusik dan
    memprihatinkan”. Namun, ia juga menekankan, pihak Nike menunjukkan
    sikap jujur sepanjang proses penelitian. Bahkan, mereka sudah menyusun
    rencana perbaikan yang serius dan masuk akal untuk merespons
    temuan-temuan tersebut.

    Kalangan manajemen eksekutif Nike di AS mengakui temuan ini sangat
    mengusik. Namun, mereka sekaligus juga menilai temuan ini sebagai
    peluang untuk memperbaiki kondisi kerja di pabrik-pabrik subkontraktor
    mereka di Indonesia. Wakil Presiden Nike Maria Eitel mengatakan, Nike
    akan menerapkan “rencana perbaikan” untuk mengatasi persoalan
    tersebut.

    Nike, menurut dia, merencanakan akan meminta verifikasi secara
    independen atas laporan tersebut, melalui wawancara lebih jauh dalam
    setahun ini. Selain itu, Nike menjanjikan akan mengeluarkan laporan
    kuartalan mengenai perbaikan yang sudah dibuat kepada Global Alliance.

    Buruknya kondisi kerja di pabrik-pabrik subkontraktor mereka di luar
    negeri itu sendiri merupakan keluhan yang terus muncul secara
    berulang-ulang terhadap perusahaan raksasa pembuat sepatu dan pakaian
    olahraga, yang bermarkas di Beaverton, Oregon, AS, ini.

    Keberanian Nike mengumumkan laporan ini juga dipuji oleh organisasi
    pejuang hak asasi manusia (HAM) Global Exchange yang berbasis di San
    Francisco karena selama ini Nike selalu bersikap tertutup menyangkut
    kritik mengenai situasi kerja di pabrik-pabrik subkontraktor mereka di
    luar negeri.

    Bahkan, banyak kalangan yang menuduh keterlibatan Nike di Global
    Alliance selama ini lebih bersifat kosmetik untuk mempercantik
    citranya. Sebelum mengeluarkan laporan ini, Global Alliance sudah
    lebih dulu mengeluarkan laporan serupa mengenai kondisi di
    pabrik-pabrik mereka di Thailand dan Vietnam, dan hasilnya tak jauh
    berbeda.

    Deputi Direktur International Labor Right Fund Bama Athreya
    mempertanyakan tidak adanya mekanisme publik yang bisa menjamin Nike
    akan memenuhi janjinya, karena Global Alliance sendiri bukan
    organisasi monitoring, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa jika Nike
    melanggar janji.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: